SADEWO, ARIS (2014) HIPERTERMI PADA An.B DENGAN TUBERKULOSIS PARU DI RUANG KANTHIL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS. D3 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
ARIS SADEWO COVER.pdf

File Pdf (1MB)
Text
ARIS SADEWO BAB I.pdf

File Pdf (568kB)
Text
ARIS SADEWO BAB II.pdf

File Pdf (715kB)
Text
ARIS SADEWO BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (654kB)
Text
ARIS SADEWO BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (564kB)
Text
ARIS SADEWO BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (536kB)
Text
ARIS SADEWO DAFTAR PUSTAKA.pdf

File Pdf (504kB)
Text
ARIS SADEWO BAB LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis masih merupakan penyakit. Setiap tahun
diperkirakan 9 juta kasus TB baru dan 2 juta di antaranya meninggal. Dari 9 juta
kasus baru TB, 1 juta adalah anak usia <15 tahun.. Sulitnya konfirmasi diagnosis
TB pada anak mengakibatkan penanganan TB anak terabaikan, Berdasarkan
laporan dari 1261 kasus di IndonesiaTB anak berusia <15 tahun, 63% di antaranya
berusia <5 tahun., gambaran kasus TB juga ditampilkan berdasarkan regional
Provinsi Jawa Tengah. Case Detection Rate (CDR) kasus TB di Provinsi Jawa
Tengah selama 3 Tahun berturut-turut (2010-2012) berada dibawah target
nasional (<70%). Sementara jumlah anak yang di Rawat di Rumah Sakit
Banyumas periode bulan Maret 2014 sampai Juni 2014 jumlah pasien yang ada
sejumlah 457 pasien dengan anak di duga suspect dan didiagnosa Tubertkulosis
paru di ruang Kanthil sebanyak 40 anak.
Tujuan : Mengambarkan hasil kelolaan penulis “ Hipertermi Pada An. B dengan
Tuberkulosis paru di ruang Kanthil RSUD Banyumas”
Metode : Penelitian ini menggunakan studi kasus data diperoleh dari wawancara,
observasi, dan studi literatur. Pengumpulan data dilakukan dengan pengkajian dan
pemeriksaan fisik.
Hasil : Masalah keperawatan yang muncul:(1) Hipertermi (2) Nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh (3) Defisiensi pengetahuan. Setelah dilakukan penatalaksanaan
Asuhan keperawatan, masalah keperawatan hipertermi dan defisiensi pengetahuan
teratasi sedangkan masalah ketidakseimbangan nutrisi belum teratasi.
Kesimpulan : Dari ketiga diagnosa terdapat prioritas masalah yaitu hipertermi
telah teratasi, namun masalah keperawatan yang belum teratasi yaitu
ketidakseimbangan nutrisi karena keterbatasan waktu, maka penulis menyerahkan
kepada perawat ruangan untuk melanjutkan masalah keperawtan tersebut.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (D3)
Catatan Mahasiswa ke Admin: Sodikin, M.Kes
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis paru,hipertermi,nutrisi,defisiensi pengetahuan
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Diploma Keperawatan
Depositing User: Roni Purwanto
Date Deposited: 05 May 2017 01:33
Last Modified: 08 Jan 2025 02:23
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/1815

Actions (login required)

View Item
View Item