CASPIANTO, CASPIANTO (2020) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK GADAI SAWAH DI DESA TEMBONGRAJA KECAMATAN SALEM KABUPATEN BREBES. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
Caspianto_Cover.pdf
Download (2MB)
Caspianto_BAB 1.pdf
Download (768kB)
Caspianto_BAB 2.pdf
Download (986kB)
Caspianto_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (693kB)
Caspianto_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (956kB)
Caspianto_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (760kB)
Caspianto_Daftar Pustaka.pdf
Download (820kB)
Caspianto_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Pokok masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik gadai sawah pada Masyarakat Desa Tembongraja Kecamatan Salem Kabupaten Brebes menurut hukum Islam.
Ditinjau dari segi lokasinya, penelitian ini termasuk ke dalam penelitian lapangan (field research), sedangkan berdasarkan jenis dan tujuannya, penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif-kualitatif. Dengan sumber data yang digunakan adalah data primer yakni data yang diperoleh dengan pengamatan dan wawancara, serta hasil gabungan dari kegiatan melihat, mendengar dan bertanya langsung dengan pihak-pihak yang terkait yaitu pihak penggadai (rahin) dan pihak penerima gadai (murtahin) dalam praktik gadai sawah yang dilaksanakan di Desa Tembongraja, dan data skunder yaitu data yang diambil dari pihak lain, yakni bukan dari rahin dan murtahin, melainkan diambil dari perpustakaan dan sumber-sumber lain seperti buku, jurnal penelitian atau artikel yang berhubungan dengan permasalahan gadai sawah di Desa Tembongraja Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan metode analisis secara kualitatif melalui deskriptif disajikan dalam bentuk narasi.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah praktik pelaksanaan gadai sawah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tembongraja Kecamatan Salem Kabupaten Brebes pada praktiknya ada yang tidak sesuai dengan Fatwa DSN MUI No 25 Tahun 2002 yaitu : pertama, menurut Fatwa DSN MUI No 25 tahun 2002 poin 5 huruf (a) yaitu apabila jatuh tempo, murtahin harus memperingatkan rahin untuk segera melunasi utangnya, sedangkan dalam praktiknya hal itu tidak dilakukan oleh masyarakat Desa Tembongraja, karena tidak ada kesepakatan dalam penentuan kapan waktu jatuh tempo itu diberikan. Kedua, dalam Fatwa DSN MUI No 5 tahun 2002 poin 2 bahwasanya marhun dan manfaatnya tetap menjadi milik rahin. Pada prinsipnya, marhun tidak boleh dimanfaatkan oleh murtahin kecuali seizing rahin, dengan tidak mengurangi nilai marhun dan pemanfaatannya itu sekedar pengganti biaya pemeliharaan dan perawatan, namun dalam praktiknya dimasyarakat Desa Tembongraja pemanfaatan marhun (dalam hal ini sawah) oleh murtahin dikalangan masyarakat Desa Tembongraja dilakukan secara bebas, sehingga ada kemungkinan pemanfaatannya melebihi dari sekedar biaya pemeliharaan dan perawatan.
| Dosen Pembimbing: | SURYA, MINTARAGA EMAN | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam, Gadai (Rahn), Sawah Analisis |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Fakultas Agama Islam > Hukum Ekonomi Syariah S1 |
| Depositing User: | wulan |
| Date Deposited: | 05 Aug 2022 07:02 |
| Last Modified: | 03 Jul 2024 06:34 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/13332 |
