PENYELESAIAN SENGKETA DI LUAR PENGADILAN DALAM KASUS PEWARISAN DI DESA BANJARKULON KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA

HARAHAP, OKTAVIDA AFIFAH NUR (2016) PENYELESAIAN SENGKETA DI LUAR PENGADILAN DALAM KASUS PEWARISAN DI DESA BANJARKULON KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
OKTAVIDA AFIFAH NUR HARAHAP_COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
OKTAVIDA AFIFAH NUR HARAHAP_BAB I.pdf

Download (793kB) | Preview
[img]
Preview
Text
OKTAVIDA AFIFAH NUR HARAHAP_BAB II.pdf

Download (855kB) | Preview
[img] Text
OKTAVIDA AFIFAH NUR HARAHAP_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (697kB)
[img] Text
OKTAVIDA AFIFAH NUR HARAHAP_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (747kB)
[img] Text
OKTAVIDA AFIFAH NUR HARAHAP_BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (687kB)
[img]
Preview
Text
OKTAVIDA AFIFAH NUR HARAHAP_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (916kB) | Preview

Abstract

Warisan atau harta peninggalan menurut hukum Islam adalah sejumlah harta benda serta segala hak dari yang meninggal dunia dalam keadaan bersih” artinya warisan adalah segala harta benda pewaris yang telah dikurangi hutang-hutang dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk biaya pemakaman. Pembagian harta warisan seringkali menimbulkan perpecahan antar keluarga. Untuk mengantisipasi perpecahan antar keluarga Ada dua cara pembagian harta waris yaitu legitimasi (Pengadilan) dan non legitimasi (di luar Pengadilan), pembagian harta waris menggunakan jalur legitimasi membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal sedangkan menggunakan jalur non legitimasi waktunya relatif cepat, murah dan dapat diterima oleh semua pihak, oleh sebab itu untuk menyelesaikan permasalahan pembagian harta waris digunakan jalur non legitimasi dengan metode mediasi. Tujuan penelitian ini dalah untuk mengetahui proses pembagian warisan menggunakan metode mediasi, mengetahui hambatan yang dihadapi dalam mediasi, mengetahui pembagian warisan menurut Islam dan legalitas dokumen di Indonesia. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan yudirids empiris.spesifikasi penelitiannya adalah diskriptif analis. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder, lokasi penelitian adalah Banjar kulon Kecamatan Banjarmangu. Metode analisa data yaitu analisa kualitatif merupakan metode dalam mengurai data-datayang telah diperoleh dan diolah dalam bentuk-bentuk kalimat. Dari hasil penelitian bahwa penyelesaian sengketa pembagian warisan menggunakan jalur non legitimasi dan menggunakan metode mediasi waktunya lebih cepat dan biayanya lebih murah, hambatan yang dihadapi dalam pembagian warisan adalah kurangnya pemahaman tentang hukum waris semua pihak yang bersengketa dan mediatornya sendiri sehingga pembagian warisnya tidak adil dan tidak sesuai dengan pembagian warisan menurut hukum Islam. Dokumen perjanjian pembagian harata waris yang dibuat oleh ahli waris adalah sah menurut KUHPerdata Pasal 1320, karena telah memenuhi empat syarat sahnya perjanjian. Syarat sahnya perjanjian menurut KUHPerdata Pasal 1320 adalah (1) kesepakan mereka yang mengikatkan dirinya, (2) kecakapan untuk membuat suatu oerikatan, (3) suatu pokok persoalan tertentu, (4) suatu bab yang tidak terlarang.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing : Soediro, S.H., LLM.
Uncontrolled Keywords: sengketa waris, pembagian harta waris, mediasi untuk sengketa waris.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Amri H
Date Deposited: 06 Aug 2019 03:09
Last Modified: 06 Aug 2019 03:09
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8968

Actions (login required)

View Item View Item