TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA KEFARMASIAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN OBAT PREKURSOR PADA APOTEK DI KABUPATEN BANJARNEGARA

PANGESTIKA, NUZUL AYU (2018) TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA KEFARMASIAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN OBAT PREKURSOR PADA APOTEK DI KABUPATEN BANJARNEGARA. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
NUZUL AYU PANGESTIKA_COVER.pdf

Download (976kB) | Preview
[img]
Preview
Text
NUZUL AYU PANGESTIKA_BAB I.pdf

Download (687kB) | Preview
[img]
Preview
Text
NUZUL AYU PANGESTIKA_BAB II.pdf

Download (716kB) | Preview
[img] Text
NUZUL AYU PANGESTIKA_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
NUZUL AYU PANGESTIKA_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (687kB)
[img] Text
NUZUL AYU PANGESTIKA_BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (643kB)
[img]
Preview
Text
NUZUL AYU PANGESTIKA_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (607kB) | Preview
[img] Text
NUZUL AYU PANGESTIKA_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Prekursor adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan Narkotika dan Psikotropika. Prekursor dan obat yang mengandung prekursor farmasi di fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas kefarmasian perlu dikelola dengan baik untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan kebocoran sehingga masyarakat dapat dilindungi dari bahaya penyalagunaan prekursor farmasi dan obat yang mengandung prekursor farmasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan dari tenaga kefarmasian dan mengetahui pengelolaan obat precursor pada apotek. Jenis penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional dengan menggunakan kuisioner berupa angket pertanyaan dan lembar cek list. 30 orang digunakan sebagai responden pada penelitian ini, 17 orang (50% dari total responden) menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian terhadap obat prekursor adalah “cukup”. Tingkat pengetahuan dengan kategori “baik” adalah sebanyak 14 orang ( 41,17% dari total responden). Tingkat pengetahuan dengan kategori “kurang” adalah sebanyak 3 orang (8,83% dari total responden ). Pada evaluasi pengelolaan obat prekursor digunakan 15 apotek dalam evaluasi pengelolaan obat, 55,55% sesuai dengan Peraturan Kepala Badan POM RI No. 40 tahun 2013 tentang pedoman pengelolaan prekursor farmasi dan sebanyak 44,45 % tidak sesuai dengan Peraturan Kepala Badan POM RI No. 40 tahun 2013 tentang pedoman pengelolaan prekursor farmasi.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing : Much Ilham N aji Wibowo, M.P.H.,Apt., & Wahyu Utaminingrum,M.Sc.,Apt.
Uncontrolled Keywords: Prekursor, pengelolaan prekursor, tingkat pengetahuan
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Amri Hariri, SIP.
Date Deposited: 02 Aug 2019 03:00
Last Modified: 02 Aug 2019 03:00
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8938

Actions (login required)

View Item View Item