PENGARUH KEBERADAAN APOTEKER TERHADAP MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KOTA CIREBON BERDASARKAN DAFTAR TILIK MENURUT PEDOMAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS

ANGESTI, TRI (2018) PENGARUH KEBERADAAN APOTEKER TERHADAP MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KOTA CIREBON BERDASARKAN DAFTAR TILIK MENURUT PEDOMAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (859kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (612kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (685kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (625kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (752kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (603kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (613kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Apoteker pada fasilitas pelayanan kesehatan pertama seperti puskesmas memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh apoteker tidak hanya berorientasi pada obat, tetapi apoteker juga dituntut untuk bisa memberikan orientasinya kepada pasien. Dalam mengukur mutu pelayanan kefarmasian yang ada di puskesmas, daftar tilik pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai apakah puskesmas tersebut memiliki mutu yang baik, sedang atau kurang. Tujuan penelitian ini adalah mengukur perbedaan mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas yang memiliki apoteker dan tidak memiliki apoteker di puskesmas kota Cirebon berdasarkan daftar tilik pelayanan kefarmasian. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Data diambil dengan cara melakukan observasi dan pengisian lembar ceklist dengan subjek penelitian penanggung jawab kamar obat di puskesmas mengenai kegiatan kefarmasian,berdasarkan daftar tilik yang dikeluarkan oleh Depkes RI 2006. Kota Cirebon memiliki puskesmas sebanyak 22. 11 diantaranya memiliki apoteker dan 11 lainnya tidak memiliki apoteker. Dari 11 puskesmas yang memiliki apoteker, 8 puskesmas dikategorikan bermutu baik, dan 3 puskesmas dikategorikan bermutu sedang. Sedangkan dari 11 puskesmas yang tidak memiliki apoteker, 2 puskesmas dikategorikan bermutu sedang dan 9 puskesmas dikategorikan bermutu kurang. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov menunjukan p value 0,001 (<0,005) sehingga dapat disimpulkan keberadaan apoteker mempengaruhi mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas kota Cirebon berdasarkan daftar tilik pelayanan kefarmasian di puskesmas.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Githa Fungie Galistiani, M.Sc., Apt dan Much Ilham N Aji Wibowo, MPH.,Apt
Uncontrolled Keywords: puskesmas, pelayanan kefarmasian, apoteker, daftar tilik
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: eko wahyudi
Date Deposited: 16 Jul 2019 02:05
Last Modified: 16 Jul 2019 02:05
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8792

Actions (login required)

View Item View Item