PEMETAAN POTENSI TANAMAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BANYUMAS

HARYONO, DODO (2018) PEMETAAN POTENSI TANAMAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BANYUMAS. Other thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
DODO HARYONO COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
DODO HARYONO BAB I.pdf

Download (514kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DODO HARYONO BAB II.pdf

Download (519kB) | Preview
[img] Text
DODO HARYONO BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (584kB)
[img] Text
DODO HARYONO BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (968kB)
[img] Text
DODO HARYONO BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (580kB)
[img]
Preview
Text
DODO HARYONO DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (496kB) | Preview
[img] Text
DODO HARYONO LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi komoditas perkebunan, distribusi komoditas tanaman perkebunan disetiap kecamatan, surplus produksi komoditas basis perkebunan disetiap wilayah, besarnya pengaruh efek pengganda terhadap peningkatan produksi dan pendapatan komoditas non basis perkebunan dan besarnya tingkat pertumbuhan komoditas basis perkebunan. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: 1). Kecamatan Somagede 8 komoditas; Kecamatan Pekuncen dan Kedungbanteng 6 komoditas; Kecamatan Tambak, Ajibarang dan Karanglewas 5 komoditas; Kecamatan Lumbir, Purwojati, Kebasen, Sumpiuh dan Cilongok 4 komoditas; Kecamatan Jatilawang, Kemranjen dan Gumelar 3 komoditas; Kecamatan Wangon, Kembaran, Kalibagor dan Baturaden 2 komoditas. 2) Distribusi komoditas perkebunan di setiap kecamatan umumnya menyebar karena nalai koefisien lokalisasi (α) kurang dari satu. Komoditas yang relatif terpusat (α > 0,5) adalah komoditas teh di Kecamatan Pekuncen dan komoditas aren di Kecamatan Karanglewas. 3) Dari 23 kecamatan di Kabupaten Banyumas seluruhnya memiliki surplus pendapatan yang positif. 4) Efek pengganda produksi dan pendapatan terbesar dimiliki oleh Kecamatan Patikraja yaitu sebesar 4,3124 untuk pendekatan produksi dan 3,9977 untuk pendekatan pendapatan.. Kecamatan Cilongok memiliki pengganda yang paling rendah pada pendekatan produksi yaitu sebesar 1,0465, sedangkan pada pendekatan pendapatan dimiliki oleh Kecamatan Gumelar yaitu sebesar 1,0516. 5) Komoditas perkebunan di Kabupaten Banyumas mengalami pertumbuhan regional yang positif, dengan pertumbuhan regional (PR) dengan pendekatan produksi sebesar 0,03 dan PR dengan pendekatan pendapatan sebesar 0,11. Komoditas cengkeh di Kecamatan Gumelar mengalami perkembangan yang cepat baik dengan pendekatan produksi maupun pendekatan pendapatan, komoditas tersebut memiliki nilai PP tertinggi dengan pendekatan produksi sebesar 22,03 dan pendekatan pendapatan 23,32. Dengan pendekatan produksi komoditas lada di Kecamatan Kemranjen mengalami perkembangan yang lambat dengan nilai PP terendah yaitu sebesar -2,62 sedangkan dengan pendekatan pendapatan yang terendah komoditas cengkeh di Kecamatan Rawalo -1,82. 6) Kecamatan yang mempunyai komoditas basis perkebunan terbanyak adalah Kecamatan Somagede dengan 8 (delapan) komoditas. Kecamatan Wangon, Rawalo, Banyumas, Sokaraja dan Patikraja adalah kecamatan yang mempunyai komoditas basis paling sedikit yaitu hanya 1 (satu) komoditas. Peta setiap komoditas basis perkebunan pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Banyumas sebagaimana gambar 1.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: 1. Ir. Dumasari, M. Si 2. Sulistyani Budiningsih, SP,, MP
Uncontrolled Keywords: Pengembangan, Perkebunan, Komoditas basis
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Roni Purwantoro
Date Deposited: 14 Feb 2019 06:59
Last Modified: 14 Feb 2019 06:59
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/8562

Actions (login required)

View Item View Item