PENGARUH PENAMBAHAN SORBITOL TERHADAP KEBERHASILAN KRIOPRESERVASI EMBRIO KELAPA (Cocos nucifera L.) BANYUMAS

ANITASARI, MEI (2016) PENGARUH PENAMBAHAN SORBITOL TERHADAP KEBERHASILAN KRIOPRESERVASI EMBRIO KELAPA (Cocos nucifera L.) BANYUMAS. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
COVER_MEI ANITASARI_BIOLOGI'16.pdf

Download (939kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I_MEI ANITASARI_BIOLOGI'16.pdf

Download (616kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II_MEI ANITASARI_BIOLOGI'16.pdf

Download (857kB) | Preview
[img] Text
BAB III_MEI ANITASARI_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (733kB)
[img] Text
BAB IV_MEI ANITASARI_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (990kB)
[img] Text
BAB V_MEI ANITASARI_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (588kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_MEI ANITASARI_BIOLOGI'16.pdf

Download (663kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN_MEI ANITASARI_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (660kB)

Abstract

Luas area perkebunan kelapa di Indonesia menurun dari tahun ke tahun, sekitar 0,38 % per tahun (Nasir, 2014). Akibatnya muncul ancaman akan hilangnya kultivar kelapa di Indonesia. Salah satu altenatif untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan program konservasi kelapa melalui teknik kriopreservasi. Upaya mengaplikasikan teknik tersebut telah banyak dilakukan, namun tingkat keberhasilannya masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan teknik kriopreservasi embrio kelapa dengan penambahan sorbitol dalam tahap dehidrasi. Eksplan yang digunakan adalah embrio kelapa (Cocos nucifera L.) yang diperoleh dari Kabupaten Banyumas. Setelah diisolasi dan disterilisasi, embryo kelapa kemudian didehidrasi dengan menggunakan medium cair hybrid embryo culture (HEC, Rillo et al., 2004) yang ditambahkan 15 % gliserol dan 3,33 M glukosa serta sorbitol pada konsentrasi 5 % atau 10 %. Sebagai kontrol digunakan medium dehidrasi tanpa penambahan sorbitol. Dehidrasi dilakukan selama 18 dan 24 jam. Embrio yang telah didehidrasi selanjutnya dimasukkan dalam cryotube dan disimpan dalam nitrogen cair (-1960C) disimpan selama 2 - 3 jam, dilanjutkan dengan thawing selama 3 menit di dalam waterbath dengan suhu 40 kemudian dilakukan uji perkecambahan. Hasil penelitian kemudian dilanjutkan dengan uji ANOVA jika terdapat pengaruh pada penambahan sorbitol maka dilanjut dengan uji DMRT dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa embrio nondehidrasi memiliki persentase kelulushidupan mencapai 90 % dan setelah dehidrasi terjadi penurunan sekitar 60 % dengan perkecambahan normal sekitar 6 %. Penambahan sorbitol kedalam medium dehidrasi berpengaruh secara signifikan menurunkan kadar air embrio kelapa hingga 13 % pada konsentrasi 10 % sorbitol. Pada uji penambahan sorbitol selama 18 jam dehidrasi tidak mampu meningkatkan kelulushidupan embrio dan embrio yang berkecambah normal hanya sekitar 16 %. Hasil penelitian lama waktu dehirasi 24 jam dengan penambahan sorbitol kedalam medium dehidrasi mempunyai kelulushidupan sekitar 50 % dengan namun persentase perkecambahan embrio normal hanya sekitar 6 %. Penambahan sorbitol kedalam medium dehidrasi terhadap keberhasilan kriopreservasi embrio kelapa Banyumas masih relatif rendah, namun sorbitol masih mampu menjaga embrio kelapa dari kerusakan akibat proses freezing dan thawing.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Sisunandar, Ph.D dan Drs. Arief Husin, M.Si
Uncontrolled Keywords: Kriopreservasi, Embrio zigotik, Dehidrasi, Sorbitol
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Iin Hayuningtyas
Date Deposited: 23 Feb 2017 08:17
Last Modified: 23 Feb 2017 08:17
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/835

Actions (login required)

View Item View Item