POTENSI EKSTRAK DAUN MAHONI (Swietenia mahagoni (L) Jacq) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa

ADILAH, MARITSA (2018) POTENSI EKSTRAK DAUN MAHONI (Swietenia mahagoni (L) Jacq) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
Maritsa Adilah_JUDUL.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Maritsa Adilah_BAB I.pdf

Download (213kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Maritsa Adilah_BAB II.pdf

Download (527kB) | Preview
[img] Text
Maritsa Adilah_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (359kB)
[img] Text
Maritsa Adilah_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (796kB)
[img] Text
Maritsa Adilah_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img]
Preview
Text
Maritsa Adilah_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (277kB) | Preview
[img] Text
Maritsa Adilah_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (609kB)

Abstract

Masyarakat Indonesia telah mengenal dan menggunakan tumbuhan sebagai obat. Salah satu tumbuhan obat adalah mahoni yang banyak digunakan untuk mengobati hipertensi, malaria, diabetes, dan rematik. Bagian tumbuhan mahoni yang banyak dimanfaatkan untuk pengobatan adalah buah dan kulit batang, sedangkan bagian daunnya jarang digunakan. Mahoni juga diketahui mempunyai kemampuan antibakteri. Hasil penelitian Ananda (2014) menunjukkan bahwa ekstrak daun mahoni mampu menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila yang sering menyerang ikan. Oleh karena itu, senyawa antibakteri yang bersumber dari daun mahoni perlu dieksplorasi dan diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun mahoni sebagai antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus yang menyebabkan penyakit gatal pada kulit manusia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak daun mahoni (10%, 15%, 20%, 25% dan 30%). Sebagai pembanding digunakan antibiotik tetrasiklin (kontrol positif) dan aquades (kontrol negatif). Faktor kedua adalah jenis bakteri yang digunakan yaitu Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati yaitu diameter zona hambat yang terbentuk disekitar kertas cakram (metode Kirby-Bauer). Analisis data menggunakan uji F dan dilanjutkan menggunakkan uji lanjut Duncan Multiple Range (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun mahoni (S. mahagoni) berpengaruh nyata terhadap diameter zona bening yang terbentuk pada bakteri S.aureus dan P. aeruginosa. Konsentrasi ekstrak 20% memiliki kemampuan paling baik untuk menghambat bakteri S. aureus dan P. aeruginosa dengan diameter zona hambat yang terbentuk masing-masing 1,18 cm dan 1,13 cm, namun masih di bawah kemampuan tetrasiklin.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Drs. Heri Maryanto, M.Si. dan Drs. Arief Husin, M.Si.
Uncontrolled Keywords: antibakteri, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Swietenia mahagoni (L) Jacq
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Bandriyah .
Date Deposited: 01 Mar 2018 03:29
Last Modified: 01 Mar 2018 03:29
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/7479

Actions (login required)

View Item View Item