BENTUK IMPERATIF TINDAK TUTUR WACANA PERSUASIF PADA FASILITAS UMUM

ANDRIYANI,, DESY (2012) BENTUK IMPERATIF TINDAK TUTUR WACANA PERSUASIF PADA FASILITAS UMUM. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
DESY ANDRIYANI .... COVER.pdf

Download (876kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DESY ANDRIYANI .... BAB I.pdf

Download (718kB) | Preview
[img] Text
DESY ANDRIYANI ..... BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (860kB)
[img] Text
DESY ANDRIYANI .... BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (665kB)
[img] Text
DESY ANDRIYANI .... BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (879kB)
[img] Text
DESY ANDRIYANI .... BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (762kB)
[img]
Preview
Text
DESY ANDRIYANI .... DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (595kB) | Preview
[img] Text
DESY ANDRIYANI ..... LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Bentuk Imperatif Tindak Tutur Wacana Persuasif pada Fasilitas Umum” bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur dan bentuk-bentuk imperatif yang terdapat dalam wacana persuasif pada fasilitas umum. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah wacana persuasif pada papan larangan dan perintah di fasilitas umum yang di dalamnya terkandung maksud atau makna pragmatik perintah. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap penyediaan data, dilakukan dengan menggunakan metode pustaka karena peneliti membaca, mencatat dan mengolah bahan penelitian. Tahap yang kedua adalah tahap analisis data, dilakukan dengan menggunakan metode agih, yaitu metode yang alat penentunya berupa bagian dari bahasa yang bersangkutan itu sendiri, dan teknik yang digunakan adalah teknik perluas yang dilaksanakan dengan memperluas satuan lingual yang bersangkutan ke kanan atau ke kiri. Tahap yang ketiga adalah tahap penyajian hasil analisis data. Data disajikan secara informal, yaitu perumusan dengan kata-kata biasa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : Dari jenis-jenis tindak tutur (1) jenis tindak tutur langsung dapat berupa (a) kalimat perintah yang ditandai dengan penggunaan kata harus , mohon , kata seru awas , harap , kata kerja , kata kerja diikuti sufiks – kan , kata kerja diikuti sufiks – lah ; (b) kalimat larangan ditandai dengan penggunaan kata dilarang dan jangan ; (2) tindak tutur tidak langsung dapat ditunjukkan dengan kalimat berita. Dari bentuk-bentuk imperatif dapat berupa (1) tuturan yang mengandung makna pragmatik perintah, (2) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif suruhan, (3) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif permintaan, (4) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif permohonan, (5) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif desakan, (6) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif bujukan, (7) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif himbauan, (8) tuturan yang mengandung makna pragmatik persilaan, (9) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif ajakan, (10) tuturan yang mengandung makna pragmatik permintaan izin, (11) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif mengizinkan, (12) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif larangan, (13) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif harapan, (14) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif umpatan, (15) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif pemberian ucapan selamat, (16) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif anjuran, (17) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif “ngelulu”. Dari hasil penelitian ini, bentuk -bentuk imperatif yang tidak ditemukan pada fasilitas umum adalah tuturan yang mengandung makna pragmatik permintaan izin, tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif umpatan, tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif “ngelulu”.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Dra. Hj. Tutut Tugiati, M.Hum. Dra. Sri Utorowati, M.Pd.
Uncontrolled Keywords: tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif umpatan, tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif “ngelulu”.
Subjects: P Language and Literature > PD Germanic languages
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Kasto .
Date Deposited: 20 Jan 2018 02:50
Last Modified: 20 Jan 2018 02:50
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/7186

Actions (login required)

View Item View Item