ANALISIS KADAR ASAM CUKA DARI FERMENTASI MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae DAN Acetobacter aceti PADA BONGGOL PISANG (Musa paradisiaca L.) VARIETAS AMBON NANGKA, AMBON BAWEN DAN AMBON WULUNG YANG HIDUP DI JALUR PANTAI SELATAN DESA TEGAL KAMULYAN CILACAP

SURTIYANI, MEI (2015) ANALISIS KADAR ASAM CUKA DARI FERMENTASI MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae DAN Acetobacter aceti PADA BONGGOL PISANG (Musa paradisiaca L.) VARIETAS AMBON NANGKA, AMBON BAWEN DAN AMBON WULUNG YANG HIDUP DI JALUR PANTAI SELATAN DESA TEGAL KAMULYAN CILACAP. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
Mei Surtiyani_JUDUL.pdf

Download (945kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Mei Surtiyani_BAB I.pdf

Download (561kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Mei Surtiyani_BAB II.pdf

Download (649kB) | Preview
[img] Text
Mei Surtiyani_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
Mei Surtiyani_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (751kB)
[img] Text
Mei Surtiyani_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (549kB)
[img]
Preview
Text
Mei Surtiyani_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (574kB) | Preview
[img] Text
Mei Surtiyani_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (739kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar asam cuka dari fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae dan Acetobacter aceti pada bonggol pisang varietas ambon bawen, ambon wulung dan ambon nangka yang hidup di jalur pantai selatan Desa Tegal Kamulyan Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 3 kali Ulangan pada ketiga varietas. Hasil penelitian menunjukan nilai Fhitung=259.692 > Ftabel=5.14 (kadar glukosa), Fhitung=48.654 > Ftabel=5.14 (kadar etanol), dan Fhitung=48.654 > Ftabel=5.14 (Kadar asam cuka) pada taraf signifikasi 5%, sehingga berbeda nyata. Hasil uji DMRT menunjukan ketiga varietas bnggol pisang memiliki kadar glukosa dan etanol yang berbeda-beda, sehingga menghasilkan kadar asam cuka yang berbeda. Kadar glukosa varietas ambon bawen, ambon wulung dan ambon nangka yaitu: 4%; 2,17%; dan 2%. Kadar etanol varietas ambon bawen, ambon wulung dan ambon nangka yaitu: 14,18%; 10,50%; dan 6,99%. Kadar asam cuka varietas ambon bawen, ambon wulung dan ambon nangka yaitu: 1,38%; 1,12%; dan 1,09%. Berdasarkan analisis data tersebut menunjukkan kadar glukosa suatu bahan akan menentukan kadar etanol hasil fermentasi secara anaerob, sedangkan Kadar etanol akan menentukan kadar asam cuka hasil fermentasi secara aerob. Perbedaan kadar glukosa disebabkan oleh kandungan pati pada ketiga varietas berbeda, sedangkan perbedaan kadar etanol disebabkan kadar glukosa hasil fermentasi berbeda. Kadar glukosa dan kadar etanol suatu bahan akan menentukan kadar asam cuka hasil fermentasi secara aerob.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Dr. Tumisem, M.Si. dan Neni Damajanti, S.T., M.T.
Uncontrolled Keywords: Acetobacter Aceti, Asam Cuka, Bonggol Pisang, Saccharomyces Cerevisiae
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Bandriyah .
Date Deposited: 09 Jan 2018 03:05
Last Modified: 09 Jan 2018 03:05
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/6860

Actions (login required)

View Item View Item