PENGARUH KEMATANGAN DAN PERENDAMAN EMBRYO SECARA SINGKAT DI DALAM LARUTAN ASAM GIBBERELLAT (GA3) TERHADAP PERKECAMBAHAN KELAPA KOPYOR SECARA IN–VITRO

SUBARKAH, ALWI (2012) PENGARUH KEMATANGAN DAN PERENDAMAN EMBRYO SECARA SINGKAT DI DALAM LARUTAN ASAM GIBBERELLAT (GA3) TERHADAP PERKECAMBAHAN KELAPA KOPYOR SECARA IN–VITRO. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
Alwi Subarkah Cover.pdf

Download (698kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Alwi Subarkah Bab I.pdf

Download (553kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Alwi Subarkah Bab II.pdf

Download (614kB) | Preview
[img] Text
Alwi Subarkah Bab III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
Alwi Subarkah Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (720kB)
[img] Text
Alwi Subarkah Bab V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (539kB)
[img]
Preview
Text
Alwi Subarkah Daftar Pustaka.pdf

Download (579kB) | Preview
[img] Text
Alwi Subarkah Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (543kB)

Abstract

Kelapa kopyor mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan kelapa normal. Kendala yang dihadapi dalam budidaya kelapa kopyor adalah penyediaan bibit yang harus dilakukan melalui kultur embryo. Salah satu kendala dalam melakukan kultur embryo adalah tidak seragamnya umur embryo yang digunakan sebagai sumber eksplan, sehingga dalam penelitian ini dilakukan uji pengaruh umur dan perlakuan GA3 terhadap pertumbuhan embryo kelapa kopyor secara in - vitro. Medium kultur embryo yang digunakan adalah medium “hybrid embryo culture medium” (Rillo, 2004), sedangkan eksplan yang digunakan adalah embryo kelapa kopyor umur 9 bulan (muda) dan 11bulan (tua). Kedua macam embryo tersebut direndam dalam medium yang mengandung GA3 dengan konsentrasi 10-5 M selama 15 dan 30 menit. Sebagai kontrol, embryo direndam di dalam medium tanpa GA3 selama 15 menit sebelum inisiasi. Embryo kelapa ditanam pada medium cair dan diinkubasi di tempat gelap hingga berkecambah kemudian disubkultur ke medium padat dan dipelihara di tempat yang terang dengan fotoperiode 14 jam terang dan 10 jam gelap. Pengamatan perkecambahan dilakukan setiap 2 hari sekali hingga embryo berkecambah seluruhnya sedangkan pengukuran berat basah, tinggi tunas, panjang akar primer, dan jumlah akar primer dilakukan setiap subkultur. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji analisis varian (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% yang dilanjutkan dengan Fisher’s least significant differences (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur embryo dan perlakuan perendaman secara singkat di dalam medium yang mengandung GA3 tidak berpengaruh terhadap waktu yang dibutuhkan oleh embryo untuk berkecambah serta persentase embryo yang berkecambah. Embryo umur 9 bulan maupun 11 bulan berkecambah dalam waktu antara 19 – 35 hari dengan persentase antara 97 – 100 %.Umur embryo dan perendaman embryo secara singkat di dalam larutan GA3 juga tidak berpengaruh terhadap berat basah tunas, tinggi tunas, panjang akar primer dan jumlah akar primer. Namun, perlakuan perendaman embryo di dalam medium GA3 mampu meningkatkan berat basah hingga mencapai 1,2 g per tunas dan panjang akar primer mencapai 2,4 cm tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang tunas dan jumlah akar primer setelah 24 minggu dipelihara.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Sisunandar, Ph.D. dan Drs.Arief Husin, M.Si.
Uncontrolled Keywords: kelapa kopyor, kultur embryo, asam gibberellat (GA3)
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Nur Hardiansyah
Date Deposited: 08 Jan 2018 02:37
Last Modified: 08 Jan 2018 02:37
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/6805

Actions (login required)

View Item View Item