SEPTIAN, RIYAN (2012) AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DAN ANTIAGREGASI PLATELET EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG SEPATU SECARA IN-VIVO DAN IN-VITRO. S1 thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

Text
COVER.pdf

Download (2MB)
Text
BAB I.pdf

Download (533kB)
Text
BAB II.pdf

Download (552kB)
Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (557kB)
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (606kB)
Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (525kB)
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (531kB)
Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Latar belakang:
Penggunaan obat antiinflamasi non steroid (AINS) telah digunakan
sebagai antiinflamasi yang dikenal lebih dari satu abad. Sementara penggunaan obat
AINS diketahui telah banyak menyebabkan efek samping. Untuk itu perlu dilakukan
penelitian penggunaan tanaman kembang sepatu sebagai obat alami untuk
penyembuhan radang.
Tujuan Penelitian:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah
ekstrak etanol daun kembang sepatu mempunyai aktivitas antiagregrasi dan
antiinflamasi melalui mekanisme penghambatan agregasi platelet
.
Metode Penelitian:
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental dengan
mengamati melakukan pengamatan eksperimental terhadap kelompok pada berbagai
kondisi perlakuan.Selanjutnya membandingkan antara kelompok kontrol dan
kelompok eksperimental.
Hasil:
Dalam penelitian ini dilakukan empat uji utama yaitu uji udem kaki, uji udem
telinga, uji agregasi platelet, dan uji waktu pendarahan. Pada uji udem kaki,
dilakukan induksi dengan menggunakan karagenin, Sedangkan pada uji udem telinga
dilakukan induksi dengan menggunakan asam arakidonat. Data hasil pengamatan
pada kedua uji tersebut kemudian dianalisis secara statistika menggunakan uji anava
dua arah dengan taraf kepercayaan 95%. Potensi daya antiinflamasi terbesar
didapatkan pada ekstrak dosis 500 dan 2500 mg/kg BB. Uji BNT dilakukan dengan
menggunakan uji LSD, yang menunjukan bahwa pada ekstrak daun kembang sepatu
dosis 500 dan 2500mg/kg BB tidak menunjukan perbedaan bermakna dengan kontrol
positif natrium diklofenak. Uji anti agregasi dilakukan secara
In Vitro
dengan melihat
perubahan serapan plasma. Dari hasil uji anti agregasi diketahui bahwa pada dosis
ekstrak 100 dan 2500 mg/kg BB tidak menunjukan perbedaan bermakna dengan
kontrol positif aspirin setelah dilakukan analisis secara statistika menggunakan uji
anava satu arah. Uji waktu pendarahan menunjukan bahwa pada dosis 100, 500 dan
2500 mg/kg BB memiliki aktivitas memperpanjang waktu pendarahan paling baik,
juga tidak menunjukan perbedaan bermakna dengan kontrol positif setelah dilakukan
analisis anava satu arah.
Kesimpulan:
Ekstrak etanol daun kembang sepatu memiliki aktivitas antiinflamasi
yang baik pada dosis 500 dan 2500 mg/kg BB dan aktivitas antiagregasi yang baik
pada dosis 100 dan 2500 mg/kg BB.

Dosen Pembimbing: unspecified | unspecified
Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: Pembimbing: Ibu Binar Asrining Dhiani, M.Sc, Apt dan Susanti, M.Phil, Apt
Uncontrolled Keywords: Antiinflamasi, Antiagregasi, kembang sepatu, in vivo, In Vitro
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi S1
Depositing User: Users 144 not found.
Date Deposited: 26 Dec 2017 04:15
Last Modified: 04 Feb 2025 02:26
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/6439

Actions (login required)

View Item
View Item