RISIKO KEJANG ULANG PADA An. N DENGAN MENINGOENCEPHALITIS DI RUANG CEMPAKA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA

OKTAVIANI, DEVIKA MELIANA (2012) RISIKO KEJANG ULANG PADA An. N DENGAN MENINGOENCEPHALITIS DI RUANG CEMPAKA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA. Diploma thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
DEVIKA MELIANA OKTAVIANI COVER.pdf

Download (647kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DEVIKA MELIANA OKTAVIANI BAB I.pdf

Download (506kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DEVIKA MELIANA OKTAVIANI BAB II.pdf

Download (540kB) | Preview
[img] Text
DEVIKA MELIANA OKTAVIANI BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (616kB)
[img] Text
DEVIKA MELIANA OKTAVIANI BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (519kB)
[img] Text
DEVIKA MELIANA OKTAVIANI BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (504kB)
[img]
Preview
Text
DEVIKA MELIANA OKTAVIANI DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (504kB) | Preview
[img] Text
DEVIKA MELIANA OKTAVIANI LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Latar belakang: Kejang merupakan salah satu tanda dari penyakit meningoencephalitis. Risiko terjadinya kejang berulang pada pasien anak dengan meningoencephalitis berhubungan dengan peningkatan ekstensi neuron. Sedangkan peningkatan ekstensi neurun disebabkan oleh peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Dari data register pasien Ruang Cempaka RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga pasien anak yang dirawat dari bulan Januari-Juni 2012 sebanyak 948 pasien, 6 (0,63%) anak terdiagnosa meningoencephalitis. Prognosis dari kejang pada meningoencephalitis pada anak sangat berhubungan erat dengan penanganan yang diberikan. Prognosis menjadi buruk bila terdapat gejala berat pada anak seperti demam tinggi, kesadaran menjadi sopor, koma, atau retradasi mental. Metode: Penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif menggunakan pendekatan laporan kasus (case study). Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, studi literatur, dan studi dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan selama satu hari dengan pengelolaan kasus selama dua hari. Hasil: Masalah prioritas : Risiko kejang ulang, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, dan kurang pengetahuan. Gejala yang muncul pada kasus adalah risiko kejang ulang dan penurunan nafsu makan. Hal ini membuktikan adanya kesenjangan antara kasus dan studi literatur. Hal ini terjadi karena kemungkinan pasien masih dalam masa inkubasi dari proses infeksi penyakit. Kesimpulan: Masalah keperawatan utama yang ditetapkan adalah risiko kejang ulang. Dengan pemberian antibotik dan penanganan kejang masalah risiko kejang ulang teratasi sebagian dari kriteria hasil yang direncanakan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Sodikin, M. Kes Ns. Umi Solikhah, S. Pd., M. Kep
Uncontrolled Keywords: kejang, meningoencephalitis, risiko kejang ulang
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Diploma Keperawatan
Depositing User: Roni Purwantoro
Date Deposited: 05 Dec 2017 04:25
Last Modified: 05 Dec 2017 04:25
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/5917

Actions (login required)

View Item View Item