PENGARUH PENAMBAHAN ZPT 2,4-DICHLOROPENOXY ACETIC ACID DAN KINETIN TERHADAP KEBERHASILAN INDUKSI EMBRYO SOMATIK KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner)

AR ROZZAQ, MUHAMMAD RIDLO NUR (2013) PENGARUH PENAMBAHAN ZPT 2,4-DICHLOROPENOXY ACETIC ACID DAN KINETIN TERHADAP KEBERHASILAN INDUKSI EMBRYO SOMATIK KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner). Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
Muhammad Ridlo Nur Ar Rozzaq_JUDUL.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Muhammad Ridlo Nur Ar Rozzaq_BAB I.pdf

Download (801kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Muhammad Ridlo Nur Ar Rozzaq_BAB II.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Muhammad Ridlo Nur Ar Rozzaq_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad Ridlo Nur Ar Rozzaq_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (954kB)
[img] Text
Muhammad Ridlo Nur Ar Rozzaq_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (728kB)
[img]
Preview
Text
Muhammad Ridlo Nur Ar Rozzaq_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Muhammad Ridlo Nur Ar Rozzaq_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (704kB)

Abstract

Kopi merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan dengan produksi mencapai 70 ribu ton dan nilai eksport per tahun mencapai 8 juta US$ sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara pengekspor kopi terbesar ketiga di dunia. Meskipun demikian, Indonesia hanya menempati uratan ke 43 dalam hal produktivitas biji kopi per hektar lahan. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas kopi di Indonesia adalah kurang tersedianya bibit kopi yang berkualitas. Alternatif yang memiliki prospek cerah dalam menyediakan bibit berkualitas adalah melalui teknik embryogenesis somatik. Namun demikian, tingkat keberhasilan teknik tersebut untuk menghasilkan bibit masih cukup rendah, bervariasi dari 0 – 67 %. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan induksi kalus dan induksi embryogenesis somatik melalui penggunaan medium tanam yang ditambahkan 2,4-D dan kinetin. Eksplan yang digunakan adalah daun kedua dari pucuk plagiotrop yang diperoleh dari petani kopi di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Eksplan kemudian disterilkan dengan menggunakan larutan kaporit 6 % selama 6 jam kemudian ditanam pada medium dasar Murashige-Skoog (MS) dan vitamin B5 (Gamborg) dengan penambahan 0 - 10-6 M 2,4-D dan 10-6 - 10-5 M kinetin. Kultur dipelihara di tempat gelap selama 8 minggu dengan subkultur setiap 4 minggu sekali. Kalus yang terbentuk kemudian disubkulturkan pada medium dengan penambahan kinetin tampa auksin. Pengamatan dilakukan setiap dua hari sekali selama 8 minggu dengan mencatat jumlah eksplan yang membentuk kalus dan jenis kalus. Pada tahap induksi embryo diamati jumlah kalus yang membentuk embryo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medium tanam yang tepat untuk menginduksi kalus dari eksplan daun adalah medium dengan penambahan 5x10-6 - 10-5 M kinetin yang di kombinasikan dengan 10-5 M 2,4-D. Tingkat keberhasilan induksi kalus pada medium tersebut cukup tinggi (70 %) dan waktu yang dibutuhkan untuk terinduksi kalus cukup singkat (15 hari) serta persentase kalus friabel yang terinduksi cukup tinggi (80 %). Kalus yang ditanam pada medium dengan penambahan 5x10-5 M kinetin berhasil terinduksi membentuk embryo somatik fase globular dengan persentase keberhasilan mencapai 70 % setelah 8 minggu kultur. Semakin rendah konsentrasi kinetin yang ditambahkan ke dalam medium tanam akan menurunkan persentase keberhasilan induksi embryo.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Sisunandar, Ph.D. dan Drs. Arief Husin, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Kultur In Vitro, 2,4-Dichloropenoxy Acetic Acid, Kinetin, Embriogenesis Somatik, Daun Kopi
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QK Botany
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Bandriyah .
Date Deposited: 23 Nov 2017 03:12
Last Modified: 23 Nov 2017 03:12
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/5591

Actions (login required)

View Item View Item