PENGARUH PENAMBAHAN THIDIAZURON (TDZ) DAN MAGNESIUM SULFAT (MgSO4) UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRYO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO

HENDRIYANI, TITIN DWI (2014) PENGARUH PENAMBAHAN THIDIAZURON (TDZ) DAN MAGNESIUM SULFAT (MgSO4) UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN INDUKSI EMBRYO SOMATIK KAKAO (Theobroma cacao L.) SECARA IN VITRO. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
Titin Dwi Hendriyani_JUDUL.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Titin Dwi Hendriyani_BAB I.pdf

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Titin Dwi Hendriyani_BAB II.pdf

Download (732kB) | Preview
[img] Text
Titin Dwi Hendriyani_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (325kB)
[img] Text
Titin Dwi Hendriyani_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (434kB)
[img] Text
Titin Dwi Hendriyani_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB)
[img]
Preview
Text
Titin Dwi Hendriyani_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (217kB) | Preview
[img] Text
Titin Dwi Hendriyani_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (153kB)

Abstract

Indonesia merupakan negara produsen kakao terbesar kedua di dunia, namun produktivitas perkebunan kakao di Indonesia tergolong rendah. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya produktivitas kakao di Indonesia adalah rendahnya kualitas bibit kakao. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghasilkan bibit kakao yang berkualitas, di antaranya dengan pembibitan kakao melalui teknik embryogenesis somatik. Namun demikian, keberhasilan embryogenesis somatik kakao masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan induksi embryo somatik dengan cara menguji pengaruh penambahan TDZ dan MgSO4 ke dalam medium tanam. Eksplan yang digunakan dalam penelitian ini berupa bunga kakao yang diambil dari kebun kakao milik Dinas Perkebunan di Desa Limpakuwus, Sumbang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Bunga yang yang telah dipetik kemudian kemudian disterilkan dan diisolasi stamen dan petalanya selanjutnya di tanam pada medium induksi kalus. kultur dipelihara ditempat gelap dan di subkultur setiap 2 minggu sekali. Kalus yang bersifat remah dipindahkan ke medium induksi embro, dengan pemberian TDZ yang dikombinasikan dengan MgSO4. Kultur dipelihara selama 8 minggu dan dilakukan subkultur 4 minggu sekali. Dilakukan pengamatan tentang persentase keberhasilan induksi embrio, rata - rata jumlah akar yang muncul, morfologi kalus dan pertambahan berat basah kalus. Data yang diperoleh kemudian akan dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%. dan dilanjutkan dengan uji beda nyata Fisher’s Least Significant Differences (LSD). Hasil penelitian menunjukkan kalus friable yang berhasil diinduksi dari eksplan staminodia dan petala yang ditanam pada medium DKW kemudian disubkulturkan ke medium dengan penambahan 5 x 10-8 M TDZ berhasil menginduksi pembentukan embrio somatik dengan tingkat keberhasilan 2 % setelah 1 minggu kultur. Penurunan ataupun peningkatan konsentrasi TDZ di bawah maupun di atas 5 x 10-8 M tidak mampu menginduksi pembentukan embryo somatik kakao, bahkan perlakuan tersebut menurunkan pertambahan berat basah kalus, mengubah morfologi kalus dari kalus friable yang berwarna kuning kecoklatan menjadi kalus kompak berwarna putih serta menginduksi akar. Penambahan MgSO4 ke dalam medium tanam juga tidak mampu menginduksi pembentukan embryo somatik kakao, bahkan perlakuan tersebut menyebabkan morfologi kalus berubah menjadi kalus kompak dan terinduksi akar.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Sisunandar, Ph.D. dan Drs. Arief Husin, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Embryogenesis Somatik; Kakao; MgSO4; Thidiazuron
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QK Botany
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Bandriyah .
Date Deposited: 20 Nov 2017 03:35
Last Modified: 20 Nov 2017 03:35
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/5509

Actions (login required)

View Item View Item