PENERAPAN PUPUK ORGANIK DAN FREKUENSI Corynebacterium TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN NILAM DI DAERAH ENDEMIK PENYAKIT LAYU DAN BUDOG

SETIANINGSIH, ARUM (2015) PENERAPAN PUPUK ORGANIK DAN FREKUENSI Corynebacterium TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN NILAM DI DAERAH ENDEMIK PENYAKIT LAYU DAN BUDOG. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
ARUM SETIANINGSIH COVER.pdf

Download (957kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ARUM SETIANINGSIH BAB I.pdf

Download (604kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ARUM SETIANINGSIH BAB II.pdf

Download (964kB) | Preview
[img] Text
ARUM SETIANINGSIH BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (760kB)
[img] Text
ARUM SETIANINGSIH BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (801kB)
[img] Text
ARUM SETIANINGSIH BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (595kB)
[img]
Preview
Text
ARUM SETIANINGSIH DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (722kB) | Preview
[img] Text
ARUM SETIANINGSIH LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Nilam (Pogostemon cablin) merupakan salah satu komoditas ekspor penting di Indonesia sebagai penghasil minyak atsiri. Dalam budidaya nilam, petani sering menghadapi kendala seperti serangan penyakit dan rendahnya produktivitas nilam. Penyakit pada nilam antara lain adalah penyakit layu bakteri dan penyakit budog. Untuk mengatasi masalah tersebut sebagian petani menggunakan pestisida sintetis. Pestisida ini menimbulkan efek negatif bagi lingkungan dan manusia. Maka perlu aternatif untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Salah satunya dengan pemberian Corynebacterium yang berperan sebagai bakteri antagonis. Penelitian tentang penerapan pupuk organik dan frekuensi Corynebacterium terhadap pertumbuhan dan hasil nilam di daerah endemik penyakit layu dan budog, telah dilaksanakan pada bulan Mei 2014 – September 2014 di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik dan frekuensi Corynebacterium serta mengetahui interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil nilam di daerah endemik penyakit layu dan budog. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk organik (P1) dan pemberian pupuk organik+pupuk anorganik (P2) dan faktor kedua Pemberian frekuensi Corynebacterium yaitu tanpa diberi Corynebacterium (C0), diberi Corynebacterium 2x (P1) pada umur 4 dan 12mst (Minggu Setalah Tanam) (5cc/l) dan diberi Corynebacterium 4x (P2) pada umur 4, 8, 12, dan 16mst (5cc/l). Parameter yang diamati meliputi parameter utama berupa tinggi tanaman, diameter batang, diameter tajuk, berat segar berangkasan atas, berat kering berangkasan atas, dan intensitas penyakit layu bakteri dan budog. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F dengan taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, diameter tajuk, berat kering berangkasan atas, berat kering berangkasan atas, dan intensitas penyakit budog. Frekruensi pemberian Corynebacterium berpengaruh sangat nyata terhadap intensitas penyakit budog tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, diameter tajuk, berat segar berangkasan atas, dan berat kering berangkasan atas. Pada penelitian penyakit layu bakteri tidak muncul.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Dr.Ir. Gayuh Prasetyo Budi, MP dan Drs. Arief Husin, M,Si.
Uncontrolled Keywords: Corynebacterium, Penyakit Budog, Penyakit Layu Bakteri, Pupuk Organik, Tanaman Nilam
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Danarto Kh
Date Deposited: 07 Nov 2017 00:54
Last Modified: 07 Nov 2017 00:54
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/5179

Actions (login required)

View Item View Item