AMALIA, FARIDA (2012) EVALUASI KELENGKAPAN ADMINISTRASI PELAYANAN KEFARMASIAN BERDASARKAN PP NO. 51 TAHUN 2009 DI APOTEK KAB. BANYUMAS. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
Farida Amalia_JUDUL.pdf
File Pdf (1MB)
Farida Amalia_BAB I.pdf
File Pdf (615kB)
Farida Amalia_BAB II.pdf
File Pdf (688kB)
Farida Amalia_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (705kB)
Farida Amalia_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (748kB)
Farida Amalia_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (609kB)
Farida Amalia_DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Pdf (620kB)
Farida Amalia_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (8MB)
Abstract
Latar Belakang: Dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas, Pemerintah RI telah menerbitkan PP No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian. Berdasarkan hal itu, apoteker perlu menetapkan SPO dan Standar Pelayanan Kefarmasian di apotek sesuai dengan Permenkes No. 1027/Menkes/SK/2004, salah satunya menjalankan administrasi pelayanan kefarmasian.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan penerapan PP No. 51 tahun 2009 di tinjau dari kelengkapan administrasi pelayanan kefarmasian di apotek Kab. Banyumas.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan daftar checklist mengenai kelengkapan administrasi pelayanan kefarmasian
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 89,29% apoteker mempunyai SPO tentang pelayanan resep, 69,64% mempunyai SPO pelayanan resep narkotik, 76,79% mempunyai SPO pelayanan swamedikasi, dan 10,71% mempunyai SPO Pelayanan Residensial (home care). Terdapat 27 (48,21%) apoteker membuat catatan pengobatan pasien dengan penyakit kronik tertentu, 34 (60,71%) apoteker membuat catatan pengobatan pasien untuk pasien swamedikasi, 24 (42,86%) apoteker melaksanakan pengarsipan catatan pengobatan pasien dengan penyakit kronik tertentu, 32 (57,14%) apoteker melaksanakan pengarsipan catatan pengobatan pasien untuk pasien swamedikasi.
Kesimpulan: Secara umum penerapan PP No. 51 tahun 2009 di apotek Kab. Banyumas ditinjau dari kelengkapan administrasi pelayanan kefarmasian kurang baik.
| Dosen Pembimbing: | unspecified | unspecified |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
| Catatan Mahasiswa ke Admin: | Pembimbing: Drs. Moeslich Hasanmihardja, Apt. dan Anjar Mahardian Kusuma, M.Sc., Apt. |
| Uncontrolled Keywords: | Apotek, Apoteker, PP No. 51 Tahun 2009, Administrasi Pelayanan Kefarmasian di Apotek |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Farmasi S1 |
| Depositing User: | Bandriyah . |
| Date Deposited: | 25 Oct 2017 03:50 |
| Last Modified: | 22 May 2024 02:18 |
| URI: | http://repository.ump.ac.id/id/eprint/4954 |
