EFEK ANTIKANKER SERVIKS EKSTRAK KUMBANG TOMCAT ( Paederus fuscipes ) MELALUI MEKANISME MODULASI SIKLUS SEL DAN KEMATIAN SEL: STUDI IN VITRO

RHAMADHAN,, WAHYU (2016) EFEK ANTIKANKER SERVIKS EKSTRAK KUMBANG TOMCAT ( Paederus fuscipes ) MELALUI MEKANISME MODULASI SIKLUS SEL DAN KEMATIAN SEL: STUDI IN VITRO. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (915kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (534kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (684kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (675kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (526kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (589kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Kanker serviks menduduki urutan teratas bagi kanker ginekologi wanita di negara berkembang. Berbagai macam senyawa telah dikembangkan untuk melawan kanker tetapi tidak satupun jenis senyawa ini menimbulkan efek yang memuaskan tanpa efek samping. Kumbang tomcat ( Paederus fuscipes ) mengandung senyawa toksin disebut pederin. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa pederin pada dosis 1 ng/ml mampu menghambat protein dan sintesis DNA tanpa mempengaruhi sintesis RNA pada sel normal. Tu juan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mengetahui aktivitas sitotoksik, efek antiproliferasi, mekanisme penyebab kematian sel dan penghambatan dalam fase siklus sel yang diberi perlakuan ekstrak metanol P. fuscipes . Metode Penelitian: Uji sitotoksik dilakukan mengggunakan metode MTT dengan inkubasi 24 jam. Pengamatan apoptosis dilakukan dengan metode annexin V . dan pengamatan penghambatan siklus sel dilakukan dengan metode Flowcytometry . Hasil : Uji sitotoksik menunjukkan bahwa Ekstrak Metanol P . fuscipes (EMPF) memiliki potensi yang baik sebagai agen sitotoksik karena memiliki IC 50 3,058 μg/ml. N ilai IC 50 doxorubicin (kontrol positif) 2,085 μg/ml. U ji apoptosis menggunakan annexin V, EMPF menunjukkan akumlasi sebaran sel tertinggi t erjadi di kuadran tiga sebesar 45,18% menandakan terjadi induksi apoptosis. Akumulasi sebaran sel pada perlakuan doxorubicin paling dominan terjadi di kuadran empat yang menandakan sel mengalami nekrosis. Uji siklus sel dilakukan dengan metode flowcytometry yang menunjukkan terjadinya akumulasi pada fase sub G1 yang sejalan dengan penambahan konsentrasi EMPF. Kesimpulan : Nilai IC 50 EMPF sebesar 3,058 μg/ml hampir sebanding dengan doxorubicin dengan mekanisme kematian sel melalui induksi apoptosis dan penghambatan siklus sel pada fase sub G1.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Dr. Nunuk Aries Nurulita, M.Si., Apt. dan Dwi Hartanti,M.Farm., Apt.
Uncontrolled Keywords: Ekstrak metanol P.fuscipes , Sel HeLa, doxorubicin, nilai IC 50 , Apoptosis.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: eko wahyudi
Date Deposited: 14 Oct 2017 04:20
Last Modified: 14 Oct 2017 04:20
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/4708

Actions (login required)

View Item View Item