PENGARUH FREKUENSI PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) UMUR DALAM DI DAERAH DATARAN SEDANG

ADZANNI,, FERAWATI (2016) PENGARUH FREKUENSI PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) UMUR DALAM DI DAERAH DATARAN SEDANG. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (623kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (854kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (610kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (621kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan salah satu tanaman palawija terpenting yang berperan sebagai sumber protein nabati, karbohidrat dan lemak bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Kebutuhan kedelai dari tahun ketahun semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan kedelai secara nasional masih diperlukan impor kedelai. Adanya impor kedelai karena produktivitas kedelai dalam negeri masih rendah. Produktivitas kedelai masih rendah karena petani enggan menanam kedelai sebab harganya murah, pengetahuan teknik budidaya kedelai yang dimiliki petani masih rendah dan adanya organism pengganggu termasuk gulma. Diperlukan upaya meningkatkan produktivitas tanaman kedelai yang dapat dilakukan dengan pengendalian gulma yang efektif dan efisien melalui penyiangan serta penggunaan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiangan gulma dan interaksi lima varietas kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kedelai di daerah dataran sedang. Penelitian ini telah dilaksanakan di desa Karangsalam, Baturaden, Banyuma sselama 4 bulan dengan ketinggian 500-600 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu varietas kedelai yang terdiri dari 5 varietas yaitu : V1 (Anjasmara), V2 (Mahameru), V3 (Sinabung), V4 (Tanggamus), V5 (Wilis). Faktor kedua yaitu frekuensi penyiangan dengan perlakuan F0 (tanpa disiang), F1 (disiang 1 kali, umur 3 mst), F2 (disiang 2 kali, umur 3 mstdan 6 mst), F3 (disiang terus). Parameter yang diamati yaitu :tinggi tanaman, diameter tajuk, diameter batang, jumlah polong, jumlah biji, bobot biji, bobot 100 biji, nilai kompetisi dan nilai YL (kehilangan hasil). Data yang diperoleh dari hasil penelitian ditabulasikan, kemudian dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap semua parameter kecuali diameter tajuk dan diameter batang. Perlakuan frekuensi penyiangan berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Pada daerah dataran sedang, varietas Sinabung yang disiang 1x merupakan kombinasi yang baik yang mampu menghasilkan bobot biji sebesar 19,475 gram per tanaman dan memiliki kemampuan kompetisi yang tinggi (nilai kompetisi sebesar 5,525).

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Ir. Gayuh Prasetyo Budi, M.P dan Drs. Arief Husin, M.Si
Uncontrolled Keywords: Frekuensi penyiangan, gulma, varietas kedelai, hasil, pertumbuhan.
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: eko wahyudi
Date Deposited: 10 Oct 2017 01:58
Last Modified: 10 Oct 2017 01:58
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/4662

Actions (login required)

View Item View Item