ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI DI PASAR (STUDI KASUS PASAR PURWAREJA KLAMPOK)

PRIUTAMA, FERRY ARIF (2017) ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI DI PASAR (STUDI KASUS PASAR PURWAREJA KLAMPOK). Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
COVER_FERRY ARIF PRIUTAMA_TS'17.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I_FERRY ARIF PRIUTAMA_TS'17.pdf

Download (751kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II_FERRY ARIF PRIUTAMA_TS'17.pdf

Download (917kB) | Preview
[img] Text
BAB III_FERRY ARIF PRIUTAMA_TS'17.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV_FERRY ARIF PRIUTAMA_TS'17.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V_FERRY ARIF PRIUTAMA_TS'17.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (646kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_FERRY ARIF PRIUTAMA_TS'17.pdf

Download (748kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN_FERRY ARIF PRIUTAMA_TS'17.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Moda transportasi sudah menjadi kebutuhan setiap manusia untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Demikian juga penggunaan transportasi yang ada di pasar Purwareja Klampok, dengan pemilihan moda transportasi yang beragam sehingga menjadi alternatif bagi pengunjung pasar yang datang dari berbagai wilayah. Pemilihan moda menggunakan faktor-faktor karakteristik sistem tranportasi yaitu aman, nyaman, waktu tempuh, biaya perjalanan, serta keandalan kapasitas. Dengan disertai pemilihan moda yaitu sepeda motor, sepeda (tak bermotor), becak, angkudes, bus kecil (mikro), dan berjalan kaki. Metode yang digunakan dalam analisis ini ialah dengan menggunakan analisis hirarki proses dengan hasil kriteria aman yang mempunyai bobot 0,43. Kriteria selanjutnya yang berpengaruh adalah kriteria biaya perjalanan dengan bobot 0,24, kriteria berikutnya keandalan kapasitas dengan bobot 0,16, diikuti kriteria nyaman dengan bobot 0,11 dan yang terakhir kriteria waktu tempuh dengan bobot 0,06. Kemudian untuk secara keseluruhan (global priority) sepeda motor dinilai sebagai moda transportasi terbaik dengan bobot 0,302. Prioritas kedua adalah sepeda (tak bermotor) dengan bobot 0,242. Prioritas ketiga selanjutnya adalah becak dengan bobot 0,172. Prioritas keempat adalah angkudes dengan bobot 0,126. Prioritas kelima adalah bus kecil dengan bobot 0,093 dan prioritas terakhir adalah berjalan kaki dengan bobot 0,065. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan dalam pembuatan kebijakan bagi pengelola pasar tersebut maupun bagi dinas yang terkait.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Amris Azizi, S.T., M.Si., dan Juanita, S.T., M.T.
Uncontrolled Keywords: moda transportasi, karakteristik sistem transportasi, analisis hirarki proses (AHP)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Iin Hayuningtyas
Date Deposited: 06 Oct 2017 02:14
Last Modified: 06 Oct 2017 02:14
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/4577

Actions (login required)

View Item View Item