KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA PEMBUAT GULA MERAH DI DESA SEKARMAYANG KECAMATAN PATIMUAN KABUPATEN CILACAP (2011-2014)

RASEM, . (2015) KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA PEMBUAT GULA MERAH DI DESA SEKARMAYANG KECAMATAN PATIMUAN KABUPATEN CILACAP (2011-2014). Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
JUDUL Rasem.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I Rasem.pdf

Download (556kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II Rasem.pdf

Download (636kB) | Preview
[img] Text
BAB III Rasem.pdf
Restricted to Registered users only

Download (533kB)
[img] Text
BAB IV Rasem.pdf
Restricted to Registered users only

Download (605kB)
[img] Text
BAB V Rasem.pdf
Restricted to Registered users only

Download (583kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA Rasem.pdf

Download (502kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN Rasem.pdf
Restricted to Registered users only

Download (902kB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Kehidupan Sosial Budaya Pembuat Gula Merah Desa Sekarmayang Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap 2011-2014 bertujuan 1) Sejarah desa dan kondisi desa Sekarmayang Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, 2) Perkembangan pembuatan gula merah di desa Sekarmayang, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, 3) Kehidupan sosial budaya pembuat gula masyarakat di desa Sekarmayang Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang meliputi penelitian 1) heuristik adalah langkah mengumpulkan sumber-sumber sejarah, 2) kritik adalah untuk menyelidiki atau menilai sumber-sumber yang dibutuhkan, 3) interprestasi adalah untuk menghubungkan hasil penelitian untuk menjadi fakta, 4) historiografi adalah menyusun cerita sejarah. Hasil penelitian ini adalah 1) desa Sekarmayang memiliki luas 1.751.4 ha dengan jumlah penduduk 7.457 jiwa.terbagi dalam 3 dusun yaitu: dusun Sekarmayang, dusun bulupayung, dusun kalenaren. Sebagian penduduk desa Sekarmayang adalah pengrajin atau pembuat gula merah. 2) awal muncul pembuatan gula merah yaitu dari perasaan jenuh yang mereka rasakan ketika mereka menunggu panen tiba dengan menganggur serta hasil dari usaha bertaninya yang dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Masyarakat desa Sekarmayang melakukan pembuatan sudah dari dulu dilakukan secara turun temurun, seorang pembuat gula tidak memasarkan sendiri hasil produksinya melainkan terdapat pengepul pengrajin gula merah.Kemudian pembuatan gula merah menjadi semakin berkembang. 3) kehidupan sosial budaya sudah pembuat gula merah mengalami perubahan yang jauh berbedadari sebelumnya. Kehidupan ekonomi juga mengalami perubahan mereka telah memiliki penghasilan yang timggi dan memiliki infestasi seperti tanah, rumah, fasilitas rumah.Hasil dari pembuatan gula merah yang diperoleh di desa Sekarmayang adalah mereka hidup lebih baik disbanding sebelum menjadi pembuat gula merah.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum. dan Dr. Tanto Sukardi, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Kehidupan Sosial Budaya, Pembuat Gula Merah, Perkembangan, Desa Sekarmayang
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Bandriyah .
Date Deposited: 18 Oct 2016 03:43
Last Modified: 18 Oct 2016 03:43
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/43

Actions (login required)

View Item View Item