EFEK PENYIMPANAN SEDIAAN PULVERES OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) ANAK TERHADAP KADAR RIFAMPISIN DAN ISONIASID

SARI, LUTHVIA NOVITA (2012) EFEK PENYIMPANAN SEDIAAN PULVERES OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) ANAK TERHADAP KADAR RIFAMPISIN DAN ISONIASID. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
LUTHVIA NOVITA SARI COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
LUTHVIA NOVITA SARI BAB I.pdf

Download (575kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LUTHVIA NOVITA SARI BAB II.pdf

Download (618kB) | Preview
[img] Text
LUTHVIA NOVITA SARI BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (615kB)
[img] Text
LUTHVIA NOVITA SARI BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (984kB)
[img] Text
LUTHVIA NOVITA SARI BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (512kB)
[img]
Preview
Text
LUTHVIA NOVITA SARI DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (567kB) | Preview
[img] Text
LUTHVIA NOVITA SARI LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

untuk meningkatkan kepatuhan dan keteraturan minum obat. Tetapi, pengobatan dengan lebih dari satu macam jenis obat yang dikombinasikan menjadi satu bentuk sediaan tertentu dapat memicu terjadinya interaksi yang akan menimbulkan ketidakstabilan obat tersebut. TujuanPenelitian: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjajaki adanya perubahan stabilitas fisik dan penurunan kadar rifampisin dan isoniasid dalam sediaan pulveres racikan OAT selama penyimpanan pada suhu ruang. MetodePenelitian: Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu jenis eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest posttest dan metode analisis data yang digunakan adalah one way anova. Hasil: Selama penyimpanan 1 bulan stabilitas fisik sediaan pulveres OAT ini tidak mengalami perubahan serbuk kering, kemerahan dan bau khas. Tetapi, kadar rifampisin dan isoniasid yang merupakan komponen sediaan pulveres OAT mengalami penurunan. Kadar rata-rata penyimpanan rifampisin hari ke-0 sebesar 102,51%, hari ke-7 sebesar 101,88%, hari ke-14 sebesar 97,36%, hari ke-21 sebesar 95,19%, hari ke-28 sebesar 93,04%. Sedangkan, kadar rata-rata penyimpanan isoniasid hari ke-0 sebesar 104,66%, hari ke-7 sebesar 103,35%, hari ke-14 sebesar 94,55%, hari ke-21 sebesar 93,75%, hari ke-28 sebesar 92,69%. Hasil secara statistika menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p<0.05). Kesimpulan: Penyimpanan merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi penurunan kadar antara rifampisin dan isoniasid dalam sediaan pulveres OAT meskipun stabilitas fisik sediaan tersebut tidak mengalami perubahan.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Wiranti Sri Rahayu, M.Si., Apt. dan Ika YuniAstuti, M.Si., Apt
Uncontrolled Keywords: pulveres, OAT, penyimpanan, rifampisin, isoniasid
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Danarto Kh
Date Deposited: 12 Aug 2017 03:42
Last Modified: 12 Aug 2017 03:42
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/3292

Actions (login required)

View Item View Item