PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK MELALUI DIVERSI (KAJIAN TERHADAP PRAKTIK DIVERSI DI PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA)

VIETRASARI, SUCI (2016) PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK MELALUI DIVERSI (KAJIAN TERHADAP PRAKTIK DIVERSI DI PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA). Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
COVER_SUCI VIETRASARI_HUKUM'16.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I_SUCI VIETRASARI_HUKUM'16.pdf

Download (713kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II_SUCI VIETRASARI_HUKUM'16.pdf

Download (910kB) | Preview
[img] Text
BAB III_SUCI VIETRASARI_HUKUM'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (617kB)
[img] Text
BAB IV_SUCI VIETRASARI_HUKUM'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (774kB)
[img] Text
BAB V_SUCI VIETRASARI_HUKUM'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (613kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_SUCI VIETRASARI_HUKUM'16.pdf

Download (608kB) | Preview

Abstract

Menurut Pasal 1 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Syarat-syarat diversi yaitu tindak pidana diancam dengan pidana penjara di bawah 7 (tujuh) tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyelesaian perkara pidana anak melalui diversi di Kabupaten Banjarnegara dan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang ditemui dalam penyelesaian perkara menggunakan diversi. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dan yuridis empiris. Penyelesaian perkara pidana anak di Banjarnegara sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dan Penanganan Anak yang Belum Berumur 12 tahun yaitu Penyidik meminta Pembimbing Kemasyarakatan melakukan penelitian kemasyarakatan; kemudian Penyidik menawarkan kepada anak atau orang tua serta korban untuk diversi; proses diversi melibatkan anak, orang tua dari anak, korban, tokoh masyarakat, Pembimbing Kemasyarakatan, P2TP2A dan Penyidik; setelah mencapai kesepakatan, surat kesepakatan diversi di tanda tangani pihak-pihak yang hadir dalam proses diversi; proses tersebut kemudian dicatat di berita acara diversi; hasil dilaporkan ke atasan Penyidik; surat kesepakatan diversi dan berita acara diversi dikirim ke pengadilan untuk dimintakan penetapan. Hambatan-hambatan yang ditemui yaitu dari pihak korban, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai diversi membuat masyarakat ragu dan takut anak akan melakukan kejahatannya, masih terbatasnya aparat penegak hukum yang khusus menangani masalah anak yang berhadapan dengan hukum dan koordinasi antara aparat penegak hukum masih berjalan lambat karena kesibukan di masing-masing lembaga.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Rahtami Susanti, S.H., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Penyelesaian, Perkara Pidana, Anak, Diversi
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Iin Hayuningtyas
Date Deposited: 09 Aug 2017 01:57
Last Modified: 09 Aug 2017 01:57
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/3230

Actions (login required)

View Item View Item