KAJIAN PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN PADA PETANI PEMBUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI DESA GOMBONG KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG

SARI MULYANINGSIH, (2014) KAJIAN PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN PADA PETANI PEMBUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI DESA GOMBONG KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
SARI - COVER.pdf

Download (830kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SARI - BAB I.pdf

Download (596kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SARI - BAB II.pdf

Download (675kB) | Preview
[img] Text
SARI - BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (594kB)
[img] Text
SARI - BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (656kB)
[img] Text
SARI - BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589kB)
[img]
Preview
Text
SARI - DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (585kB) | Preview
[img] Text
SARI - LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (754kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : profil petani pembudidaya tanaman sayuran di Desa Gombong Kecamatan Belik dari segi umur, luas lahan, jenis kelamin, lama berusahatani, pendidikan formal, jumlah tanggungan ekonomi keluarga, dan penerapan teknologi pertanian pada petani pembudidaya tanaman sayuran (tomat, cabai, kubis dan bawang daun). Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling terhadap 50 sampel petani sayuran. Has il penelitian menunjukan bahwa profil petani pembudidaya tanaman sayuran dari segi umur merupakan usia produktif, luas lahan rata-rata 0,65 hektar, jenis kelamin petani semuanya adalah pria, lama berusahatani rata-rata 16,5 tahun, pendidikan formal yang ditempuh rata- rata hanya sampai pada jenjang SD dan jumlah tanggungan ekonomi keluarga berada pada kisaran 2 sampai 5 orang. Teknologi yang digunakan diantaranya : teknologi pengolahan lahan yang digunakan petani sayuran Desa Gombong masih secara manual dengan cara dicangkul untuk mempermudah membuat bedengan. Lahan diberi pupuk kandang sebanyak 2 ton per ha dan dibiarkan selama 1-2 minggu untuk memperbaiki sirkulasi udara dan juga membunuh patogen yang berbahaya didalam tanah. Lahan dibuat bedengan dengan tinggi 50 cm, lebar 120 cm dan jarak antar bedeng 50 cm. Setelah dibuat bedengan lalu lahan ditutup mulsa pada pagi dan sore hari dan dibuat lubang tanam dengan kaleng yang didalamnya diberi bara api. Teknologi penyiapan benih yaitu benih disemai pada lahan dan polibag, perbandingan tanah dengan pupuk kandang 2:1 dan 1:1, ditambah pupuk urea untuk merangsang pertumbuhan dan pestisida untuk mencegah adanya hama dan penyakit pada waktu persemaian. Teknologi pemupukan tanaman dilakukan petani dengan cara dikocor sebanyak 3-4 kali selama satu musim tanam dengan menggunakan pupuk (Urea, SP36, KCl dan ZA) yang dilarutkan dalam air, masing-masing tanaman diberi dosis 2-3 gram per tanaman (200 ml). Teknologi pengendalian hama dan penyakit, untuk pengendalian hama dengan cara disemprot insektisida 2 ml per liter air dan untuk pengendalian penyakit tanaman disemprot fungisida 2 ml per liter. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan 2 kali sampai 4 kali dalam satu musim tanam dengan menggunakan sprayer. Teknologi pemanenan dilakukan dengan cara manual, pemanenan dapat dilakukan secara tebasan dan dilakukan oleh petani sendiri. Teknologi pasca panen yang telah dilakukan petani responden adalah: pemotongan, pemilihan, pengepakan dan pengangkutan. Teknologi Pemasaran, sebagian besar petani menjual hasil panennya kepada tengkulak dan selanjutnya tengkulak atau pengumpul yang akan menyalurkan hasil panen ke berbagai daerah untuk didistribusikan ke konsumen.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: 1. Watemin, S.P, M.P 2. Sulistyani Budiningsih, S.P, M. P
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agrobisnis
Depositing User: windarto .
Date Deposited: 05 Aug 2017 01:26
Last Modified: 05 Aug 2017 02:03
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/3133

Actions (login required)

View Item View Item