PERBANDINGAN ANATOMI DAN FISIOLOGI DAUN KELAPA KOPYOR (Cocos nucifera L.) SEBELUM DAN SESUDAH AKLIMATISASI

EFENDI, M. (2014) PERBANDINGAN ANATOMI DAN FISIOLOGI DAUN KELAPA KOPYOR (Cocos nucifera L.) SEBELUM DAN SESUDAH AKLIMATISASI. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
M. Efendi_JUDUL.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
M. Efendi_BAB I.pdf

Download (678kB) | Preview
[img]
Preview
Text
M. Efendi_BAB II.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
M. Efendi_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
M. Efendi_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (901kB)
[img] Text
M. Efendi_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (576kB)
[img]
Preview
Text
M. Efendi_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (788kB) | Preview

Abstract

Kultur embryo telah dikembangkan untuk menyediakan bibit kelapa kopyor namun tingkat keberhasilan teknik tersebut masih cukup rendah khususnya pada tahap aklimatiasi hanya kurang dari 20 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan anatomi dan fisiologi daun pada bibit kelapa kopyor (Cocos nucifera L.) yang dipelihara secara in vitro, selama aklimatisasi maupun sesudah aklimatisasi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit kelapa kopyor dalam tabung berumur 4 bulan, bibit kelapa kopyor berumur 3 bulan, 1 dan 2 tahun sesudah aklimatisasi. Sebagai kontrol digunakan pohon kelapa normal berumur 3 tahun. Setiap perlakuan digunakan 5 bibit kelapa dan setiap bibit diambil satu sampel kecuali pengukuran kadar klorofil (duplo). Pengukuran faktor fisiologi meliputi kadar klorofil dan berat lapisan epikutikular lilin, sedangkan pengukuran faktor anatomi meliputi ketebalan daun, ketebalan epidermis atas, ketebalan jaringan mesofil berkloroplas, ketebalan jaringan mesofil tanpa kloroplas, dan ketebalan epidermis bawah. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji analisis varian (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan Fisher’s Least Significant Differences ( LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit tanaman yang dihasilkan dari teknik in vitro memiliki lapisan epikutikular lilin, ketebalan daun, ketebalan jaringan mesofil yang lebih tipis dengan kadar klorofil a lebih rendah dibandingkan dengan tanaman ex vitro. Sebaliknya, tanaman in vitro memiliki kadar klorofil b yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman ex vitro. Aklimatisasi yang berhasil dilakukan pada kultur embryo kelapa kopyor memberi dampak dalam meningkatkan ketebalan lapisan epikutikular lilin, ketebalan daun, ketebalan jaringan mesofil maupun kadar klorofil a pada bibit yang ditanam. Bahkan, pada bibit berumur 2 tahun menunjukkan ciri-ciri anatomi dan fisiologi daun yang sama dengan tanaman ex vitro.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Sisunandar, Ph.D. dan Drs. Arief Husin, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Epikutikular Lilin, Tebal Daun, Kadar Klorofil, Kultur Embryo
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Bandriyah .
Date Deposited: 21 Nov 2016 02:27
Last Modified: 21 Nov 2016 02:27
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/233

Actions (login required)

View Item View Item