EFEKTIFITAS CONVECTIVE WARMER DIBANDINGKAN DENGAN BLOOD/INFUSION WARMER DALAM MENGATASI HYPOTHERMIA PADA PASIEN PASKA BEDAH LAPAROTOMI DI RSUD BANYUMAS

WIDIYANTO, WAHYU TRI (2014) EFEKTIFITAS CONVECTIVE WARMER DIBANDINGKAN DENGAN BLOOD/INFUSION WARMER DALAM MENGATASI HYPOTHERMIA PADA PASIEN PASKA BEDAH LAPAROTOMI DI RSUD BANYUMAS. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
JUDUL_Wahyu Tri W..pdf

Download (646kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I_Wahyu Tri W..pdf

Download (551kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II_Wahyu Tri W..pdf

Download (624kB) | Preview
[img] Text
BAB III_Wahyu Tri W..pdf
Restricted to Registered users only

Download (620kB)
[img] Text
BAB IV_Wahyu Tri W..pdf
Restricted to Registered users only

Download (595kB)
[img] Text
BAB V_Wahyu Tri W..pdf
Restricted to Registered users only

Download (525kB)
[img] Text
LAMPIRAN_Wahyu Tri W..pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Latar Blakang: Prosedur operasi laparotomi mempunyai beberapa komplikasi termasuk hipotermia. Ada beberapa intervensi untuk hipotermia pasca bedah yaitu dengan pemanasan internal aktif (blood/infusion warmer) dan pemanasan eksternal aktif (convective warmer). Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penggunaan convective warmer dibandingkan dengan blood/infusion warmer dalam mengatasi hipotermi pasca bedah laparotomi. Metode; Quasi eksperimen dengan rancangan pre and post two group desain. Sampel sebanyak 19 orang tiap group. Metode pengumpulan data melalui observasi suhu tubuh sebelum perlakuan, 10 menit, 30 menit dan 60 menit. Data dianalisis dengan rumus paired t-test dan independent t-test dengan tingkat kesalahan () = 0,05. Hasil: Pada 10 menit pertama rata-rata perbedaan suhu 0.353 oC dengan signifikansi 0.081>α (tidak ada perbedaan yang signifikan). Menit ke 30 rata-rata perbedaan suhu 0.926 oC dengan signifikansi 0.0001 <α=0.05 (ada perbedaan yang signifikan). 60 menit perlakuan rata-rata perbedaan suhu 0.421 oC dengan signifikansi 0.0001 <α=0.05 (ada perbedaan yang signifikan antara convective warmer dan infusion blood warmer). Kesimpulan: Convective warmer lebih efektif dibandingkan blood infusion warmer dalam mengatasi hipotermi paska operasi laparotomi di Instalasi perawatan intensif RSUD Banyumas, dengan signifikansi 0.0001 dan effek size sebesar 0.610

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Sodikin, M.Kes. dan Bambang Riadiyono, S.Kep., Ns.
Uncontrolled Keywords: Hipotermia, Laparotomy, Convective Warmer, Blood Infusion Warmer
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Keperawatan
Depositing User: Bandriyah .
Date Deposited: 11 Nov 2016 02:44
Last Modified: 11 Nov 2016 02:44
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/189

Actions (login required)

View Item View Item