KAJIAN PUPUK ORGANIK HAYATI CAIR BERBASIS MIKROBA UNGGUL DAN LIMBAH PERTANIAN : COMPOST TEA – CORN STEEP LIQUOR (CT-CSL)

RASYIDDIN, FAUZI ALBAR (2017) KAJIAN PUPUK ORGANIK HAYATI CAIR BERBASIS MIKROBA UNGGUL DAN LIMBAH PERTANIAN : COMPOST TEA – CORN STEEP LIQUOR (CT-CSL). Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
Fauzi Albar Rasyiddin_JUDUL.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Fauzi Albar Rasyiddin_BAB I.pdf

Download (799kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Fauzi Albar Rasyiddin_BAB II.pdf

Download (823kB) | Preview
[img] Text
Fauzi Albar Rasyiddin_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (760kB)
[img] Text
Fauzi Albar Rasyiddin_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
Fauzi Albar Rasyiddin_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (704kB)
[img]
Preview
Text
Fauzi Albar Rasyiddin_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (778kB) | Preview

Abstract

Penggunaan bahan kimia agro yang berlebihan untuk lahan pertanian menyebabkan turunnya kandungan bahan organik tanah. Pemanfaatan limbah pertanian yang diperkaya dengan mikroba unggul pemacu pertumbuhan tanaman menjadi pupuk organik hayati yang berkualitas dan ramah lingkungan mampu meningkatkan biodiversitas tanah. Pupuk organik hayati merupakan pupuk yang mengandung unsur hara dan mikroorganisme yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Mikroorganisme pemacu pertumbuhan tanaman salah satunya adalah kelompok PGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organic hayati ini adalah limbah-limbah hasil produksi pertanian yaitu Corn Steep Liquor (CSL), molase dan kompos yang ditambahkan dengan bakteri PGPR. Penelitian ini dilakukan di Laboraturium Mikrobiologi Pertanian Pusat Penelitian Biologi LIPI Cibinong Bogor dengan metode deskriftif untuk mengetahui formulasi pupuk yang sesuai dan metode rancangan acak lengkap untuk eksperimental seed bioassay. Rancangan yang digunakan terdiri dari 11 perlakuan dengan 10 kali ulangan: P0 (POH), P1 (kontrol POH (NB) pengenceran 50x), P2 (ontrol POH (Air), P3 (CT-CSL pengenceran 50x), P4 (pupuk CT-CSL pengenceran 100x), P5 (kontrol CT-CSL pengenceran 50x), P6 (kontrol CT-CSL pengenceran 100x), P7 (mix POH+CT-CSL pengenceran 50x), P8 (mix POH+CT-CSL pengenceran 100x), P9 (kontrol mix POH+CT-CSL pengenceran 50x), P10 (kontrol POH+CT-CSL pengenceran 100x). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa formula pupuk 2 memiliki kandungan bakteri PGPR yang lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk 1. Dari hasil eksperimental seed bioassay formula pupuk 1 dan 2 memberikan pengaruh yang nyata terhadap perkecambahan tanaman kacang hijau. Pupuk 1 dengan pengenceran 50x memberikan pengaruh yang nyata namun tidak memberikan pengaruh yang lebih baik dari pada kontrol. Pupuk 2 dengan pengenceran 50x mampu memberikan pengaruh paling baik pada perkecambahan dengan tinggi tanaman 6,74 cm.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Tirta Kumala Dewi, M.Sc. dan Oetami Dwi Hajoeningtijas, S.P., M.P.
Uncontrolled Keywords: PGPR, Corn Steep Liquor, Teh Kompos
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Bandriyah .
Date Deposited: 22 Apr 2017 01:41
Last Modified: 22 Apr 2017 01:41
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/1701

Actions (login required)

View Item View Item