ANALISIS TATANIAGA BERAS VARIETAS “CINTA NUR” DI DESA SALEM, KECAMATAN SALEM, KABUPATEN BREBES

SALSABILA, AMELIA CHINTIA (2016) ANALISIS TATANIAGA BERAS VARIETAS “CINTA NUR” DI DESA SALEM, KECAMATAN SALEM, KABUPATEN BREBES. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
AMELIA CHINTIA SALSABILA COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
AMELIA CHINTIA SALSABILA BAB I.pdf

Download (622kB) | Preview
[img] Text
AMELIA CHINTIA SALSABILA BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (732kB)
[img] Text
AMELIA CHINTIA SALSABILA BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (620kB)
[img] Text
AMELIA CHINTIA SALSABILA BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (935kB)
[img] Text
AMELIA CHINTIA SALSABILA BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (610kB)
[img]
Preview
Text
AMELIA CHINTIA SALSABILA DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (710kB) | Preview
[img] Text
AMELIA CHINTIA SALSABILA LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran tataniaga, mengetahui besarnya margin tataniaga pada setiap pola tataniga beras Cinta Nur, dan mengetahui besarnya farmer share beras varietas Cinta Nur di Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive. Responden diambil menggunakan metode simple random sampling dan ditentukan berjumlah 35 petani dan 5 pedagang beras Cinta Nur menggunakan metode snowball sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai bulan September 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga pola saluran tataniaga beras Cinta Nur. Margin tataniga pada setiap pola tataniga berbeda besarnya, ini dipengaruhi beberapa faktor seperti panjangnya rantai tataniaga, biaya tataniga, dan tujuan pemasaran. Sementara untuk bagian harga yang diterima petani (farmer sahare) pada tiap pola tataniga berbeda dipengaruhi dari harga jual ditingkat petani dan harga jual ditingkat konsumen akhir. Margin tataniaga yang paling yang besar terdapat pada pola tataniga ke 3 dengan total margin sebesar Rp. 3500 per kilogram. Bagian yang diterima petani farmer share dari tataniga beras Cinta Nur di Desa Salem yaitu, yang paling besar yaitu pada pola tataniaga 1 sebesar 100 %, dan yang paling kecil yaitu pada pola tataniaga 3 sebesar 63,14%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan. 1) Konsumen dapat membeli produk langsung dari petani dengan sistem pembayaran dimuka, karena harga yang di bayarkan akan lebih rendah dibandingkan dengan yang telah melalui saluran tataniaga. 2) Kontrol yang dilakukan oleh penyuluh di Desa Salem perlu lebih intensif dilakukan agar tataniaga yang terlaksana tidak memberatkan dan merugikan petani serta konsumen. Misalnya untuk melakukan kontrol, petani dan penyuluh menjalin hubungan yang baik dengan asosiasi konsumen sehingga petani paham dengan benar bagaimana pasar berjalan. Dengan demikian petani memiliki informasi yang berguna untuk menentukan harga jual gabah kepada pelaku tataniaga selanjutnya. 3) Peran pemerintah perlu ditingkatkan untuk dapat memberikan perlindungan kepada para produsen/petani misalnya subsidi dalam bidang sarana dan prasarana pertanian. Sehingga dengan begitu petani termotivasi dalam memproduksi pangan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing : Watemin , SP., MP dan Ir. Dumasari, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Saluran Tataniaga, Margin Tataniaga, Farmer Share
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Danarto Kh
Date Deposited: 17 Apr 2017 05:48
Last Modified: 17 Apr 2017 05:48
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/1655

Actions (login required)

View Item View Item