PENGARUH KITOSAN DALAM MENINGKATKAN RESPON IMUN NON-SPESIFIK PADA IKAN PATIN SIAM Pangasius hypophthalmus YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila

AFRILIA, NUR ZAMINATI (2017) PENGARUH KITOSAN DALAM MENINGKATKAN RESPON IMUN NON-SPESIFIK PADA IKAN PATIN SIAM Pangasius hypophthalmus YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila. Other thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
APRILIANA NUR ZAMINATI - COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
APRILIANA NUR ZAMINATI - BAB I.pdf

Download (659kB) | Preview
[img]
Preview
Text
APRILIANA NUR ZAMINATI - BAB II.pdf

Download (723kB) | Preview
[img] Text
APRILIANA NUR ZAMINATI - BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (699kB)
[img] Text
APRILIANA NUR ZAMINATI - BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (710kB)
[img] Text
APRILIANA NUR ZAMINATI - BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (626kB)
[img]
Preview
Text
APRILIANA NUR ZAMINATI - DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (727kB) | Preview
[img] Text
APRILIANA NUR ZAMINATI - LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Ikan patin siam ( Pangasius hypophthalmus ) adalah salah satu ikan unggulan. Salah satu kendala yang dialami dalam budidaya yaitu serangan bakteri Aeromonas hydrophila yang menyebabkan penyakit MAS ( Motile Aeromonas Septicemia ) pada ikan patin. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan pemberian imunostimulan pada ikan menggunakan bahan alami kitosan yang diberikan dengan cara penyuntikan intramuskular. Kitosan merupakan limbah hasil perikanan yang berasal dari kulit udang (Suptijah, 2006 dalam Sukenda, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kitosan dan konsentrasi optimal dalam meningkatkan respon imun non spesifik pada ikan p atin siam ( Pangasius hypophthalmus ) . Penelitian ini menggunaan metode RAL dengan 4 perlakuan yaitu P1 Kontrol positif (ikan disuntik bakteri A. hydrophila 10 5 CFU/ml tanpa disuntik kitosan), P2 (Ikan disuntik kitosan 2 μg/g ikan, uji tantang bakteri A. hydrophila 10 5 CFU/ml), P3 (Ikan disuntik kitosan 4 μg/g ikan, uji tantang bakteri A. hydrophila 10 5 CFU/ml), P4 (Ikan disuntik kitosan 6 μg/g ikan, uji tantang bakteri A. hydrophila 10 5 CFU/ml) masing-masing dengan 4 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah Uji hematokrit, total leukosit, differensial leukosit dan sintasan. Data dianalisis menggunakan ANNOVA (Analysis of Variance) dengan tingkat kepercayaan 95%, apabila menunjukan perbedaan yang nyata dilakukan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95% untuk melihat pengaruh antar perlakuan. Dari hasil analisis tersebut menunjukan adanya beda nyata pada pengamatan total leukosit, total monosit, total limfosit dan sintasan. Hal ini disebabkan karena kitosan dapat merangsang makrofag dalam meningkatkan interleukin. Interleukin juga menggiatkan limfosit B dan menjadi lebih aktif untuk memproduksi antibodi (Anderson dan Siwicki, 1994 dalam Jamal, 2008). Sedangkan pada presentase hematokrit tidak menunjukan beda nyata. Pengamatan kualitas air tergolong normal kare na pH, suhu dan DO masih dalam kisaran normal.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: 1. drh. Cahyono Purbomartono, M.Sc 2. Dini Siswiani Mulia, S.Pi. M.Si
Uncontrolled Keywords: A. hydrophila , ikan patin siam Pangasius hypophthalmus , Penyakit MAS.
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: windarto .
Date Deposited: 06 Apr 2017 01:18
Last Modified: 06 Apr 2017 01:18
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/1306

Actions (login required)

View Item View Item