PENGARUH LAMA WAKTU DEHIDRASI TERHADAP KEBERHASILAN PENYIMPANAN PLASMA NUTFAH EMBRIO KELAPA BANYUMAS (Cocos nucifera L.) MELALUI TEKNIK KRIOPRESERVASI

MASRUR, ALI (2016) PENGARUH LAMA WAKTU DEHIDRASI TERHADAP KEBERHASILAN PENYIMPANAN PLASMA NUTFAH EMBRIO KELAPA BANYUMAS (Cocos nucifera L.) MELALUI TEKNIK KRIOPRESERVASI. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
COVER_ALI MASRUR_BIOLOGI'16.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I_ALI MASRUR_BIOLOGI'16.pdf

Download (697kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II_ALI MASRUR_BIOLOGI'16.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB III_ALI MASRUR_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (922kB)
[img] Text
BAB IV_ALI MASRUR_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (873kB)
[img] Text
BAB V_ALI MASRUR_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (672kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_ALI MASRUR_BIOLOGI'16.pdf

Download (751kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN_ALI MASRUR_BIOLOGI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (664kB)

Abstract

Indonesia memiliki luas area perkebunan kelapa terbesar ke dua di dunia setelah Filipina, namun luas area perkebunan kelapa tersebut menurun dari tahun ke tahun. Salah satu akibat yang timbul adalah berkurangnya keanekaragaman hayati kelapa di Indonesia termasuk di Kabupaten Banyumas. Oleh karena itu dibutuhkan upaya konservasi kelapa melalui teknik kriopreservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari lama waktu dehidrasi embrio kelapa yang tepat untuk digunakan dalam program konservasi kelapa melalui teknik kriopreservasi. Embrio kelapa (Cocos nucifera L.) yang diperoleh dari Kabupaten Banyumas diisolasi dan disterilisasi sebelum didehidrasi dengan menggunakan medium cair Hybrid Embrio Culture (HEC) medium (Rillo et al., 2004) dengan 15 % glicerol dan 3,33 M glukosa selama 12, 18, dan 24 jam. Embrio selanjutnya disimpan di dalam cryovial dan dimasukkan ke dalam nitrogen cair (-196 0C) dan dilakukan thawing dengan cara memasukkan ke dalam waterbath bersuhu 40 0C selama 3 menit sebelum dilakukan uji perkecambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu dehidrasi berpengaruh secara signifikan menurunkan kadar air embrio kelapa dari sekitar 71 % pada awal percobaan menjadi sekitar 26 % setelah 18 jam dehidrasi. Meskipun lama waktu dehidrasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kelulushidupan embrio, namun perlakuan tersebut menyebabkan terjadinya penurunan yang signifikan terhadap persentase embryo yang berkecambah normal dari 80 % pada embryo non-dehidrasi menjadi 20 % pada embryo yang didehidrasi selama 18 dan 24 jam. Perlakuan tersebut juga memperlama waktu yang dibutuhkan embryo untuk berkecambah dari 17 hari pada embrio non-dehidrasi menjadi 24 hari pada embryo yang telah didehidrasi. Penyimpanan embryo yang telah didehidrasi di dalam nitrogen cair juga tidak menurunkan persentase kelulushidupan embryo (sekitar 80 %), namun perlakuan tersebut menurunkan persentase embryo yang berkecambah normal menjadi hanya sekitar 10 %. Meskipun kecambah yang dihasilkan dari embryo yang telah mengalami kriopreservasi memiliki panjang tunas yang lebih pendek dibandingkan dengan kecambah dari embryo yang tidak disimpan dalam nitrogen cair, namun kecambah tersebut masih dapat tumbuh secara normal. Dengan demikian teknik kriopreservasi masih dapat dikembangkan lebih lanjut untuk digunakan dalam penyimpanan embryo kelapa.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Sisunandar, Ph.D dan Drs. Arief Husin, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Dehidrasi, Embrio Kelapa, Kriopreservasi, Plasma Nutfah
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Iin Hayuningtyas
Date Deposited: 22 Mar 2017 01:00
Last Modified: 22 Mar 2017 01:00
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/1117

Actions (login required)

View Item View Item