PERBANDINGAN AFIKS BAHASA INDONESIA DAN AFIKS BAHASA JAWA PADA RUBRIK EDUTAINTMENT DAN RUBRIK MBLAKETAKET DALAM SURAT KABAR RADAR BANYUMAS EDISI JANUARI 2016

SANTIATUN, . (2016) PERBANDINGAN AFIKS BAHASA INDONESIA DAN AFIKS BAHASA JAWA PADA RUBRIK EDUTAINTMENT DAN RUBRIK MBLAKETAKET DALAM SURAT KABAR RADAR BANYUMAS EDISI JANUARI 2016. Bachelor thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.

[img]
Preview
Text
COVER_SANTIATUN_PBSI'16.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I_SANTIATUN_PBSI'16.pdf

Download (701kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II_SANTIATUN_PBSI'16.pdf

Download (903kB) | Preview
[img] Text
BAB III_SANTIATUN_PBSI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (697kB)
[img] Text
BAB IV_SANTIATUN_PBSI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V_SANTIATUN_PBSI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (752kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_SANTIATUN_PBSI'16.pdf

Download (617kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN_SANTIATUN_PBSI'16.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Skripsi yang berjudul “Perbandingan Afiks Bahasa Indonesia dan Afiks Bahasa Jawa pada Rubrik Edutainment dan Rubrik Mblaketaket dalam Surat Kabar Radar Banyumas Edisi Januari 2016” bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna afiks bahasa Indonesia dan afiks bahasa Jawa pada rubrik Pendidikan dan rubrik Mblaketaket dalam surat kabar radar banyumas edisi januari 2016 serta persamaan dan perbedaannya. Jenis penelitian penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa kata-kata yang mengandung afiks bahasa Indonesia dan afiks bahasa Jawa yang terdapat dalam rubrik Pendidikan dan rubrik Mblaketaket surat kabar Radar Banyumas edisi Januari 2016. Sumber data dalam penelitian ini adalah rubrik Pendidikan dan rubrik Mblaketaket dalam surat kabar Radar Banyumas edisi Januari 2016. Dalam penelitian ini digunakan tiga tahap penelitian, yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Tahap pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar berupa teknik catat. Tahap analisis data menggunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL), dan teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik ganti dan teknik ubah parafrasa. Pada tahap penyajian hasil analisis data menggunakan penyajian secara formal dan informal. Hasil penelitian perbandingan afiks bahasa Indonesia dan afiks bahasa Jawa pada rubrik Pendidikan dan rubrik Mblaketaket dalam surat kabar Radar Banyumas yaitu: (1) persamaan dan perbedaan bentuk afiks bahasa Indonesia dan afiks bahasa Jawa, meliputi: (a) persamaan yaitu menurut bentuk dasarnya afiks bahasa Indonesia dan afiks bahasa Jawa mempunyai persamaan yaitu keduanya mempunyai bentuk prefiks di-, prefiks ke-, prefiks se-, sufiks –an, dan konfiks kean, (b) perbedaan yaitu bentuk afiks bahasa Indonesia dan bahasa Jawa juga memiliki perbedaan, afiks-afiks yang memiliki perbedaan bentuk yaitu prefiks men- dan ater-ater anuswara (A-), sufiks –nya dan panambang –e, sufiks –kan dan panambang –na, dan konfiks se-nya dan imbuhan sa-e. (2) Persamaan dan perbedaan fungsi afiks bahasa Indonesia dan afiks bahasa Jawa, meliputi: (a) persamaan, yaitu secara umum fungsi afiks bahasa Indonesia dan afiks bahasa Jawa memiliki fungsi mengubah golongan kata menjadi kata kerja, kata benda, kata sifat, kata keterangan dan kata bilangan. Seperti halnya prefiks ter-, prefiks di- dan ater-ater di-, ater-ater ke- yang memiliki fungsi sama yaitu membentuk kata kerja pasif, konfiks se-nya dan imbuhan bebarengan sa-e yang juga memiliki fungsi yang sama, yaitu membentuk kata keterangan, (2) perbedaan, yaitu secara umum fungsi afiks bahasa Indonesia dan bahasa Jawa mengubah golongan kata menjadi kata baru, namun masing-masing afiks memiliki fungsi yang berbeda seperti prefiks meN- berfungsi membentuk kata kerja kata sifat, sufiks –nya berfungsi membentuk kata benda, sufiks –kan berfungsi membentuk kata kerja transitif, konfiks se-nya yang berfungsi membentuk kata keterangan. Ater-ater anuswara (A- ) yang berfungsi membentuk kata kerja dan kata sifst, panambang –e yang berfungsi membentuk kata benda, panambang –na yang berfungsi membentuk katakerja pasif, dan imbuhan sa-e berfungsi membentuk kata keterangan. (3) persamaan dan perbedaan makna afiks bahasa Indonesia dan afiks bahasa Jawa, meliputi: (a) persamaan, yaitu melakukan suatu perbuatan atau nindakake pakaryan kaya kang kasebut ing linggane, menjadi atau dadi, tidak sengaja atau nindakake pakaryan tanpa jinarag utawa tanpa kasengaja, menyatakan makna satu atau siji, benefaktif atau akon marang wong liya supaya nindakake pakaryan, penegasan atau mbangetake, (2) perbedaan, dalam bahasa Indonesia makna tempat ada tiga yaitu tempat yang berarti bidang, ruang yang didiami, dan ruang yang tersedia untuk melakukan sesuatu. Dalam bahasa Jawa ditemukan makna tempat hanya satu, tempat dalam hal ini yaitu berti letak.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Dra. Hj. Sri Utorowati, M. Pd., dan Dra. Noorliana, M. Pd.
Uncontrolled Keywords: afiks, perbandingan, bahasa, Radar Banyumas
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
P Language and Literature > PK Indo-Iranian
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Iin Hayuningtyas
Date Deposited: 20 Mar 2017 01:41
Last Modified: 20 Mar 2017 01:41
URI: http://repository.ump.ac.id/id/eprint/1052

Actions (login required)

View Item View Item